15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


BPPA dan Masyarakat Aceh di Jakarta Ziarah Makam Sultan Muhammad Daoed

...

  • Fazil
  • 06 November 2018 11:30 WIB

JAKARTA - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) bersama masyarakat Aceh di Jakarta berziarah ke Makam Sultan Muhammad Daoed Syah, di TPU Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 5 November 2018. Ziarah makam Sultan Aceh ke-35 (terakhir) itu dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional tepatnya pada10 November.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal, mengatakan, meski masyarakat Aceh di kawasan Jakarta cukup banyak, hanya sedikit yang tahu bahwa Sultan Aceh terakhir dimakamkan di Rawamangun, Jakarta Timur. Menurut Almuniza, ada nilai yang sangat penting dari sejarah kepahlawanan Tuanku Muhammad Daoed, yakni penolakannya untuk takluk kepada Belanda.

"Sejak diangkat menjadi Sultan Aceh, sampai meninggalnya dalam tawanan Belanda, Tuanku Muhammad Daoed tidak mau takluk kepada Belanda. Bahkan surat penyerahan kekuasaan yang disodorkan Belanda, dirobek-robek oleh beliau (Sultan Aceh)," kata Almuniza.

Ketika itu, lanjut Almuniza, sikap Sultan membuat Aceh menjadi satu-satunya daerah yang tidak berhasil ditaklukan Belanda sampai Proklamasi Kemerdekaan RI. Dengan jasanya itu, sudah sepantasnya pemerintah Indonesia menetapkan Tuanku Muhammad Daoed sebagai pahlawan nasional.

"Mudah-mudahan semua pihak terkait penetapan gelar pahlawan nasional bisa mempertimbangkan kembali usulan yang pernah disampaikan Tim Peubeudoh Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba), untuk menetapkan Tuanku Muhammad Daoed menjadi pahlawan nasional," ungkap Almuniza.

Terlepas dari itu, Almuniza mengingatkan masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek,  pentingnya ziarah ke makam para pahlawan Aceh. Di samping itu, tujuannya untuk mempererat ikatan silaturahmi masyarakat Aceh di perantauan, juga meningkatkan jiwa patriotisme keacehan, walaupun berdomisili di luar daerah," kata Almuniza Kamal.

Menurutnya, sangat penting untuk selalu mengenang masa kejayaan Aceh guna membangun masa depan yang lebih baik. Kesultanan Aceh pernah mengalami masa keemasan dan menjadi salah satu kerajaan besar Islam di dunia.

"Oleh karenanya, dimanapun kita berada, tetap harus selalu mengenang semua jasa para pahlawan yang telah mendahului kita, mendoakannya dan melanjutkan perjuangannya meski tantangan yang dihadapi sudah berbeda," ujar Almuniza.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.