26 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Budayawan Besar Aceh, H Harun Keuchik Leumiek, Meninggal Dunia

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 16 September 2020 16:15 WIB

H Harun Keuchik Leumiek. @JAUHARI
H Harun Keuchik Leumiek. @JAUHARI

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Aceh kembali kehilangan putra terbaiknya. Telah bepulang ke rahmatullah, H Harun Keuchik Leumiek, di rumah kediamannya, Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Rabu, pukul 16 14 .00 WIB (umur 77).

Berita meninggalnya Harun tersebar di media sosial dengan cepat. Salah satunya pada akun Facebook Muhammad Balia, seorang tokoh Muda Banda Aceh, penduduk Lueng Bata. Begitu mendengar kabar duka tersebut, penduduk Lamseupeng, Banda Aceh, dan sekitarnya langsung berduyun-duyun menuju rumah duka, yang juga merupakan museum pribadinya tempat menyimpan barang antik warisan budaya.

Almarhum merupakan seorang wartawan senior, pengusaha emas permata, kolektor benda warisan Kesultanan Aceh Darussalam dan lainnya, serta seorang pembangun masjid indah di Lamseupeung, Masjid Keuchik Leumiek.

 

Suasana di rumah duka, H Harun Keuchik Leumiek, di Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Rabu, sekira pukul 15 .00 WIB (satu jam setelah H Harun Keuchik Leumiek meninggal dunia). Foto: Muhammad Balia (facebook.com/balia.muda.921).

Semasa hidupnya, Harun Keuchik Leumiek, dengan belanja pribadinya, telah menyelamatkan banyak warisan budaya, yaitu, dari data wikipedia.org, mengumpulkan mencapai 300 buah perhiasan emas kuno yang 95 % adalah perhiasan emas Aceh, 30 kain sutera Aceh, 13 stempel kesultanan Aceh, 5 Alquran tulisan tangan dari abad 13, senjata tajam sebanyak 100-an buah, dan 600 buah koin kerajaan Aceh.

Benda-benda bersejarah yang ia kumpulkan secara perlahan selama kurun waktu 30 tahun tersebut kini ia simpan di museum mini "H. Harun Keuchik Leumik" yang berlokasi di kediaman pribadinya tersebut.

Almarhum juga mendapatkan penghargaan dari jasa dan pengabdiannya tersebut. Di antaranya, ia menerima penghargaan berupa "Piagam Anugerah Kebudayaan" dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Republik Indonesia pada tahun 2006.

Dia juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) atas koleksinya berupa rincong raksasa sepanjang dua meter yang ditempa para pengrajin Sentra Rencong di kawasan Baet, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

Masjid Keuchik Leumiek yang dibangun oleh H Harun Keuchik Leumiek dan keluarganya, di Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Foto: Agus Setyadi/detik.com.

Karya tulis

Salah satu karya tulisnya adalah buku Perhiasan Tradisional Aceh yang terbit pada tahun 1998. Ada pula buku Potret Kota Banda Aceh yang berisi tentang foto-foto Banda Aceh era 60-90an yang dijepret oleh beliau selama menjadi wartawan. Ia juga mempersiapkan beberapa buku tentang tsunami Aceh yang sudah memasuki tahap akhir pada tahun 2008.

Tentang dirinya pun ada beberapa buah buku yang telah ditulis oleh beberapa orang penulis, di antaranya yang ditulis oleh budayawan Nab Bahany As, berjudul "Penyelamat Warisan Budaya: Harun Keuchik Leumiek", telah diterbitkan dan kini telah beberapa kali dicetak ulang.

Selain itu, H Harun Keuchik Leumiek merupakan seorang hartawan yang dermawan (filantropis) yang bersedia membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan darinya.

Selamat jalan H Harun Keuchik Leumiek, semoga segala amal ibadahmu diterima oleh Allah Ta'ala. Amin ya rabbal Alamin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.