13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bupati: Penyaluran Gas Elpiji Bersubsidi Amburadul di Abdya

...

  • PORTALSATU
  • 05 November 2018 22:00 WIB

 Bupati Abdya Akmal Ibrahim. @portalsatu.com/Suprian
Bupati Abdya Akmal Ibrahim. @portalsatu.com/Suprian

BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, menilai penyaluran gas elpiji bersubsidi untuk masyarakat miskin terkesan amburadul. Pasalnya, di pangkalan resmi sering kosong, tapi tersedia di pengencer ilegal dijual dengan harga mahal.

“Alhamdulillah, kalau situasi di daerah ini sangat bagus. Hanya persoalan gas elpiji bersubsidi butuh sedikit pemahaman dari kita semua. Sebab gas bersubsidi diperuntukkan pemerintah untuk masyarakat miskin sedang amburadul di Abdya,” kata Akmal Ibrahim.

Bupati Akmal Ibrahim menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela acara menyambut Kapolres baru Abdya AKBP M. Bashori di halaman Pendopo Bupati Abdya, di Blangpidie, Senin, 5 November 2018.

“Saya berterima kasih pada petugas Satpol PP telah mengamankan pedagang gas elpiji nakal. Malam itu juga telah diserahkan ke Polres Abdya untuk diproses. Karena polisi itu penyidik tunggal. Sementara Satpol PP hanya penyidik PNS pembantu,” tutur Akmal.

Baca juga: Satpol PP Abdya Tangkap Pemilik Pangkalan Elpiji Nakal

Akmal menyebutkan, ada beberapa hal membuat dirinya binggung terkait sistem penyaluran gas elpiji bersubsidi kepada masyarakat miskin tersebut.

Pemerintah pusat memberikan amanah kepada pemerintah daerah untuk mengawasi penyaluran gas elpiji bersubsidi dan menetapkan Harga Enceran Tertinggi (HET).

Sementara izin membuka pangkalan gas bersubsidi di kecamatan-kecamatan dikeluarkan oleh pihak Pertamina.

“Yang berat-berat kasih ke kita, yang enak-enak mereka. Jadi, saya mohon dukungan Kapolres baru, dan unsur Forkopimkab lainnya, supaya persoalan gas elpiji bersubsidi ini bisa cepat selesai,” ujar Akmal.

“Sebetulnya persoalan ini simpel saja. Tidak boleh jual di luar pangkalan resmi. Selama ini di pangkalan resmi gas elpiji ngak ada. Sementara di kios-kios pengecer tidak resmi sudah ada. Ini banyak di Abdya,” ungkapnya.

Begitu juga dengan pangkalan resmi. Setelah mobil pengangkut elpiji datang membongkar gas bersubsidi ke pangkalannya, tidak lama kemudian usahanya langsung ditutup. Ketika masyarakat miskin datang membeli beralasan sudah habis. “Baru datang gas sebentar ditutup. Katanya sudah habis. Di belakang warga miskin sudah ada, ini perlu kita tindak juga,” tegas Akmal.

Oleh karena itu, Bupati Abdya mangajak TNI, Polri dan Kejari setempat untuk sama-sama menuntaskan persoalan gas elpiji tersebut agar keluhan masyarakat selama ini bisa terobati.

“Saya yakin kita bisa menuntaskan persoalan ini demi mengobati keluhan masyarakat selama ini. Insya Allah kita mampu,” kata Akmal Ibrahim.[](Suprian)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.