30 May 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bupati Pidie Abusyik Ibaratkan Covid-19 Seperti 'Maop', Tidak Tampak Tapi Ditakuti

...

  • ZAMAH SARI
  • 03 April 2020 21:00 WIB

Abusyik berhadapan dengan Direktur RSU Tgk Chik Ditiro saat meninjau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Dinkes Pidie,  Kamis, 2 April 2020 malam. Foto Zamah/Portalsatu
Abusyik berhadapan dengan Direktur RSU Tgk Chik Ditiro saat meninjau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Dinkes Pidie,  Kamis, 2 April 2020 malam. Foto Zamah/Portalsatu

SIGLI - Bupati Kabupaten Pidie, Roni Ahmad, S.E., akrab disapa Abusyik mengibaratkan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang kini tengan mewaban di seantro dunia seperti maop. Bagi orang Aceh, maop adalah panggilan untuk roh halus seperti jin, hantu atau sejenisnya.  

Ibarat itu dikatakan Abusyik saat meninjau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Kamis, 2 April 2020, malam. "Apakah Anda takut sama maop, tentunya takut bukan, tapi kita tidak melihat maop. Begitu juga dengan virus, kita tidak bisa melihat tetapi sangat menakutkan," kata Abusyik di depan sejumlah pejabat Pemkab Pidie.

Abusyik juga meminta kepada Sekda Pidie, Idhami, Sekwan Sayuti dan sejumlah pejabat lainnya di Kabupaten Pidie, tidak takut dengan virus dan jangan menakuti rakyat. "Karena dengan ketakutan berlebihan maka masyarakat akan menjadi sakit dan mudah diserang virus".

"Tapi mari kita lawan corona dengan cara cari tahu dulu dari mana asalnya virus itu dan bagaimana masuk dalam tubuh manusia. Setelah kita tahu baru bisa dilakukan pencegahan," kata Abusyik sembari menegaskan bahwa "penempatan uang (anggaran daerah, red) pun tidak boleh serta merta dialokasikan untuk pencegahan Covid-19, sementara virus itu tidak diketahui bagaimana penyakitnya".

Abusyik mengaku selama ini terus melakukan pemantauan meski tidak bersuara di depan publik. Abusyik menduga virus itu merupakan "senjata biologi yang diciptakan sebuah negara yang populasi sudah padat untuk menghadapi perang dunia ketiga".

Namun demikian, Abusyik selaku kepala pemerintah daerah tetap mendukung keputusan negara dalam melawan wabah corona. Apapun keputusan negara, dia tetap mendukung sepenuhnya.

Setelah ke Posko Covid-19, Abusyik juga meninjau RSUD Tgk. Chik Ditiro, rumah sakit rujukan di Pidie. Di sana, dia kembali menanyakan kepada Direktur RSUD itu, dr. Muhammad Yasir, bagaimana penanganan pasien diduga terpapar Covid-19.

Belum sempat ditanggapi, Abusyik kembali menanyakan obat apa yang digunakan untuk penangan pasien diduga terpapar corona. Yasir kemudian menjelaskan sejumlah nama obat antimalaria. "Begitu juga dengan penempatan pasien ditempatkan secara terpisah dalam ruang isolasi agar tidak menular ke orang lain," jelas Yasir.

Saat ini, lanjut Yasir, 2 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun hasil rapid test menunjukkan negatif. Meski demikan, pasien itu masih dirawat di RSUD.

Abusyik kembali mengatakan, dia yakin saat ini belum ada kasus corona di Pidie. Dia mengajak masyarakat untuk berdoa kepada Allah agar dijauhi dari mara bahaya termasuk virus corona.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.