22 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Buron Tujuh Tahun, Kejari Banda Aceh Berhasil Tangkap Terpidana Korupsi

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 24 February 2017 20:00 WIB

BANDA ACEH – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh berhasil menangkap dua terpidana korupsi yang masuk daftar pencarian orang (DPO) selama tujuh tahun. Kedua terpidana, Kismunadi dan Arie Setiawan, diboyong ke Banda Aceh Jumat, 24 Februari 2017 sekitar pukul 09.00 WIB tadi.

“Kejaksaan Negeri Banda Aceh baru saja melakukan, membawa burunon kami yang terakhir, ini ada dua orang yaitu bernama Kismunadi, itu sesuai putusan Mahkahmah Agung RI Nomor 600K/Pitsus/2009/ 7 Juli 2009. Yang kedua yaitu Arie Setiawan itu dengan putusan Mahkahmah Agung RI yang sama,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Husni Thamren, saat ditemui di Kantor Kejari Banda Aceh, petang tadi.

Sejak keluarnya keputusan Mahkamah Agung RI pada tahun 2009, kedua terpidana korupsi tersebut langsung menjadi buronan selama tujuh tahun.

“Putusannya tahun 2009, berarti 2010 sudah dimulai sampai hari ini, sekitar hampir 7 tahun lah (buron-red),” kata Husni Thamren.

Kedua tersangka diciduk di dua lokasi berbeda, di Pulau Jawa. Kismunadi, kata Husni, dibekuk di Pekalongan. "Arie Setiawan di Depok,” kata Husni Thamren.

Keduanya terlibat kasus korupsi pembangunan tanggul air asin di kawasan Lampulo Banda Aceh yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (ABPN) tahun 2005, dengan pagu Rp2,3 miliar. Perbuatan kedua terpidana ini telah merugikan negara sebesar Rp784 juta. 

“Putusan Mahkamah Agung ini dipidana masing-masing 4 tahun, denda Rp200 juta, subsider 6 bulan penjara,” kata Husni Thamren.

Sebelumnya, Kejari Banda Aceh telah menangkap Darmansyah dan Hermani yang juga terlibat dalam kasus korupsi pembangunan tanggul air asin Lampulo Satker BRR. Mereka sudah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lambaro, Aceh Besar, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.