26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Caleg, Jangan Lupakan MoU dan UUPA

...

  • MUDIN PASE
  • 07 February 2019 09:00 WIB

MTA. Foto istimewa
MTA. Foto istimewa

BANDA ACEH - Dalam musim kampanye Pileg dan Pilpres 2019 ini, terlihat dari spanduk atau alat peraga lain hingga medsos para caleg, terkesan sosialisasi terkait UUPA dan MoU Helsinki melemah. Fonomena ini jauh berbeda dengan dua Pileg sebelumnya.

Politikus PNA, Muhammad MTA alias Tuwanku MTA, mengaku juga melihat fonomena ini. "Sepertinya ada keminderan para caleg untuk terus memainkan isu ini, mungkin terkait kegagalan-kegagalan pada dua periode sebelumnya dalam implementasi kekhususan Aceh," ungkap MTA merasa prihatin saat portalsatu.com meminta komentarnya, 6 Februari 2019.

Mantan aktivis ini berharap agar caleg-caleg dari basis perjuangan harus fokus dalam kerja-kerja kampanye untuk kekhususan Aceh. "Bahwa isu itu harus terus dipelihara," pinta MTA.

MTA menyebutkan, caleg berbasis perjuangan tidak boleh alergi teradap fokus isu hak-hak Aceh. "Orang antihak-hak Aceh memang alergi terhadap isu tersebut. Namun kita tidak boleh apatis. Terutama caleg dari PA dan PNA. MoU dan UUPA itu tanggung jawab kita semua," tegas juru kampanye GAM di masa konflik Aceh itu.

Menurut MTA, kegagalan-kegagalan perjuangan kekhususan Aceh sebelumnya bukan alasan berhenti. "Generasi Aceh wajib terus ditumbuhkan kesadarannya bahwa Aceh punya kekhususan. Dan itu harus terus terpelihara. Pemilu momentum yang tepat untuk menyegarkan ingatan itu," ujar mantan tahanan politik ini.

Ia mengaku prihatin dengan fonomena kampanye kali ini. Terutama oleh caleg Parlok. "Ini situasi yang berbahaya dan kemunduran, sebab inilah situasi yang diinginkan oleh mereka yang antikekhususan Aceh," ungkapnya kecewa.

Penasihat khusus Gubernur Aceh ini meminta para caleg tidak minder. Soal pencapaian itu merupakan tekat yang harus terus digelorakan. "Mana mungkin dengan melemah atau mengalah tujuan akan tercapai. Jangan naif atau takut di-bully. Para pejuang dulunya bahkan mati demi mengangkat harkat dan martabat Aceh. Masak para caleg takut di-bully. Saya yakin rakyat setuju isu ini terus digulirkan, sebagai sebuah semangat yang belum selesai," tandas MTA.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.