19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cegah Masyarakat Tanam Ganja, Polisi Buka Kebun Anggur dan Buah Tin

...

  • portalsatu.com
  • 08 October 2019 13:29 WIB

Kapolres Gayo Lues AKBP Rudy Setiawan di kebun percontohan anggur dan tin [foto: Win Porang]
Kapolres Gayo Lues AKBP Rudy Setiawan di kebun percontohan anggur dan tin [foto: Win Porang]

Sebuah kebun dibuka di samping Mapolres Gayo Lues, ada 350 batang anggur dari lima varietas dan 150 batang tanaham tin yang dikembangkan sebagai percontohan untuk masyarakat agar tak lagi menanam ganja.

BLANGKEJEREN – Untuk pengembangan tanaman anggur dan pohon tin tersebut, Polres Gayo Lues mendatangkan Prof Agus Aprianto, guru besar ilmu kehutanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta. Kebun percontohan itu juga akan melakukan pengembangan bibit anggur dan tin untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kapolres Gayo Lues AKBP Rudy Setiawan, Senin, 10 Oktober 2019 mengatakan pembukaan kebun percontohan itu bertujuan untuk menjadi contoh yang baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengembangkannya, sehingga tak lagi terpengaruh untuk menanam ganja.

"Gayo Lues sangat terkenal dengan kualitas ganja dan kopinya, jadi saya berusaha mengantikan ganja itu dengan anggur dan buah tin, sehingga penanam ganja bisa beralih menanam anggur dan buah tin saja," jelasnya.

Kapolres juga menjelaskan, harga anggur dan buah tin lebih menguntungkan dibandingkan dengan menanam ganja. "Mudahan apa yang kita harapkan bisa berhasil, sehingga Gayo Lues ke depanya bisa menjadi Kabupaten yang memiliki perkebunan anggur dan buah tin,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Prof Agus Aprianto yang menjadi pembimbing penanaman anggur dan buah tin di kebun percontohan tersebut mengjelaskan, ketinggian, cuaca dan Ph tanah yang ada di Gayo Lues sangat cocok dikembangkan buah tin dan anggur. "Sangat cocok semuanya, karna kami sudah membuktikanya, tinggal perawatan dan pemberian pupuk organik saja ke depan," jelasnya.[win porang]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.