12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cerita Pimpinan KPK soal Bitcoin Jadi Modus Pencucian Uang Koruptor

...

  • DETIK
  • 08 March 2018 12:00 WIB

ilustrasi suap
ilustrasi suap

Modus pencucian uang hasil tindak pidana korupsi disebut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif berbagai macam. Syarif mengatakan upaya koruptor untuk menyembunyikan hasil korupsi sering menyulitkan penegak hukum.

"Waktu saya ke FBI, saya ngobrol-ngobrol dengan namanya Dean. Saya bilang apa yang kamu lakukan dengan Bitcoin? Dia bilang sama dengan kamu, nggak tahu apa yang harus dilakukan, karena tidak diatur negara jadi orang, kalau orang hasil kejahatannya dia masukkan ke Bitcoin, kita tidak tahu ke mana," ucap Syarif dalam acara Penutupan Rakernis Bareskrim Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (8/3/2018).

Syarif mengaku pernah pula membuat akun Bitcoin dengan nama samaran. Namun, saat itu Syarif mengaku ketahuan sebagai penegak hukum.

"Pernah kami bikin akun di Bitcoin, pura-pura atas nama. Pulang dari situ, kami sudah dapat email, menghina lagi, 'kamu pasti polisi', dari mana mereka tahu," ucap Syarif.

Selain itu, Syarif juga menyebut ada pula modus transaksi suap dengan cara judi. Syarif mencontohkan judi bola atau pacuan kuda di sejumlah negara tidak dilarang, tetapi dijadikan modus untuk suap menyuap.

"Saya juga baru dengar, mungkin bapak-bapak sudah lebih tahu dari saya bahwa ada suap menyuap di sini, transaksinya di Singapura, itu biasa. Tetapi yang tidak biasa, modus transaksinya dengan judi. Judi bola misalnya," ujar Syarif.

"Jadi yang berjudi kan halal itu, kan bisa saja nonton pacuan kuda, oh menang dia, uangnya itu dibilang hasil menang judi bola, nggak dilarang kok, halal," imbuh Syarif.  | sumber : detik

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.