21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cisah Peringati Haul ke-744 Sultan Al-Malik Ash-Shalih

...

  • Fazil
  • 20 May 2019 22:40 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

ACEH UTARA - Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara memperingati Haul ke-744 tahun wafatnya Sultan Al-Malik Ash-Shalih, pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Peringatan Haul Sultan Kerajaan Islam Samudra Pasai itu dilaksanakan di Kompleks Makam Al-Malik Ash-Shalih, di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 20 Mei 2019, sore.

Peringatan tersebut dirangkai zikir dan doa bersama, menyantuni 24 anak yatim, dan tausiah. Lalu, buka puasa bersama di Museum Islam Samudra Pasai yang lokasinya tidak jauh dari Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih, sering disebut Sultan Malikussaleh. Turut hadir sejumlah tokoh agama, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, keluarga besar Cisah serta masyarakat setempat.

Wakil Ketua Cisah, Sukarna Putra, mengatakan, ini merupakan peringatan yang kedua kali dilakukan Cisah. Sebelumnya Cisah memperingati Haul ke-743 tahun wafatnya Al-Malik Ash-Shalih saat bulan Ramadhan tahun lalu (2018).

"Apresiasi yang kita terima baik itu berupa sumbangan rekan-rekan ataupun masyarakat yang mendukung acara ini, kita melihat setiap tahunnya meningkat. Bentuk kegiatannya kita melakukan tahlilan untuk Almarhum Sultan Al-Malik Ash-Shalih ataupun keturunannya yang sudah berjasa besar terhadap Samudra Pasai dan Islam di Asia Tenggara," kata Sukarna Putra kepada para wartawan.

Sukarna Putra menambahkan, peringatan Haul tersebut untuk mengangkat kembali kewibawaan sejarah Samudra Pasai agar dikenal masyarakat luas. Minimal setiap generasi muda Aceh mengingat, sudah berapa tahunkah Sultan Al-Malik Ash-Shalih wafat. 

"Mungkin banyak dari generasi kita, jangankan tahu tentang kiprah Al-Malik Ash-Shalih, dan jarak antaranya (generasi sekarang) dengan Sultan Al-Malik Ash-Shalih sudah berapa tahun mungkin itu saja tidak mengetahuinya. Jadi, tujuannya, yang pertama Haul ini untuk mempererat hubungan kita dengan pendahulu kita, kedua ingin mengangkat kembali derajat ataupun wibawa sultan ini," ujar Sukarna Putra.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.