06 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Curhat Pj Kades Lae Motong Saat Menyusun Kabinet Baru Dalam Satu Hari

...

  • SUDIRMAN
  • 12 June 2017 10:40 WIB

Nasrul Padang @istimewa
Nasrul Padang @istimewa

SUBULUSSALAM - Pj Kepala Kampong (desa) Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam Nasrul Padang berbagi kisah ketika ia harus menyelesaikan penyusunan kabinet baru mengisi jabatan perangkat desa dalam waktu sehari.

Hal ini dilakukan menyusul pengunduran diri secara serentak sebanyak 18 perangkat desa yang memprotes pemberhentian bendahara sebelumnya, Firman Situmorang,  yang salanjutnya diganti dengan pejabat baru, Suhanda.

Dalam siaran pers yang dikirim kepada portalsatu.com, Senin, 12 Juni 2017, Nasrul Padang tidak menyangka pemberhentian Firman Situmorang berdampak pengunduran diri seluruh perangkat desa lainnya.

Nasrul Padang juga mengisahkan pada Jumat, 9 Juni lalu ketika ia menerima telepon dari Ketua BPK Lae Motong meminta dirinya supaya bertanggungjawab atas mundurnya 18 perangkat desa, dan segera mencari pengganti pada hari itu juga.

Saat itu Narsul Padang merasa berada dalam tekanan karena dituntut untuk mengisi posisi perangkat kampung pada hari itu juga, apalagi dalam suasana bulan Ramadan, jangan sampai tidak ada imam salat, baik di masjid maupun di mushala.

Beranjak dari niat yang tulus dan keinginan untuk melakukan pengelolaan keuangan desa secara transparan dan akuntabel, kata Nasrul Padang, ia menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda serta tokoh agama. Pada akhirnya, ia menemukan calon pengganti dan mengangkat mereka sebagai pelaksana tugas kepala urusan (kaur), kepala dusun (kadus) dan pengurus jama'ah dalam wilayah Desa Lae Motong.

"Mereka yang saya angkat sebagai perangkat kampong, merupakan orang-orang yang bisa diajak bekerjasama untuk membangun desa, serta menjaga netralitas pada saat proses pilkades nantinya," kata Nasrul Padang.

Nasrul mengaku terkejut dan heran, kenapa para kaur,  kadus dan pengurus jama'ah sepakat mengundurkan diri, hanya membela Firman Situmorang.  Ia menduga pasti ada aktor di balik kejadian ini, sehingga mereka sepakat melepaskan jabatannya sebagai perangkat kampong.

"Atau apa ada hal-hal yang dilindungi saudara Firman Situmorang  terhadap pengelolaan dana desa 2015 dan 2017," katanya.

Ia berharap Inspektorat Kota Subulussalam dan Camat Penanggalan supaya melakukan pembinaan sekaligus mengaudit terkait pengelolaan Alokasi Dana Desa Lae Motong tahun 2015 dan 2016, demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kampong tersebut.[]

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.