25 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dandim 0101/BS Serahkan Empat Satwa Dilindungi ke BKSDA

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 12 February 2018 22:00 WIB

Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, menyerahkan empat ekor satwa dilindungi ke BKSDA Aceh, Senin, 12 Februari 2018, sore. @MHD SAIFULLAH
Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, menyerahkan empat ekor satwa dilindungi ke BKSDA Aceh, Senin, 12 Februari 2018, sore. @MHD SAIFULLAH

BANDA ACEH - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, menyerahkan empat ekor satwa yang termasuk ke dalam kategori hewan yang dilindungi, ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Senin, 12 Februari 2018, sore.

Adapun keempat satwa yang diterima langsung oleh Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, di kantor instansi pemerintahan tersebut mulai dari trenggiling, siamang, kura-kura, dan burung rangkong.

Dandim mengatakan, keempat satwa tersebut merupakan yang diserahkan oleh masyarakat kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 0101/BS.

“Empat hari lalu, di saat jajaran Babinsa, Kodim 0101/BS, berkeliling ke tiap-tiap daerah, kita mendapat masukan dari masyarakat dan Alhamdulillah ada rasa respect dari masyarakat untuk menyerahkan beberapa hewan. Dan ternyata hewan itu termasuk ke dalam kategori satwa yang dilindungi,” kata Iwan setelah menyerahkan keempat satwa tersebut.

Menyadari kelangkaan dari satwa-satwa tersebut, Dandim kemudian menghubungi pihak BKSDA. Hal itu dilakukan untuk keberlangsungan di masa akan datang hewan yang dilindungi dan kini terbilang langka itu.  

“Demi kelangsungan hidup untuk bekal informasi kepada anak dan cucu kita. Kami juga memahami di Aceh ini lingkungannya juga terdesak (satwanya) dengan banyak sekali masyarakat yang membuka lahan sehingga ekosistim mereka (satwa) sedikit terancam,” ungkapnya.

“Jika ini tetap kita biarkan, akan sulit berkembang dan hari ini sengaja kami serahkan kepada BKSDA Aceh, untuk dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, mengungkapkan, keempat satwa yang diserahkan oleh pihak Kodim 0101/BS itu rencananya akan dilepasliarkan ke habitatnya setelah mendapat pelatihan dan perawatan.

Kita akan latih, kita akan rawat kalau memang bisa dilepasliarkan maka saat itu akan kita lepasliarkan ke habitatnya. Tetapi jika memang tidak memungkinkan lagi, kita akan titip rawatkan di lembaga konservasi resmi yang sudah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan dan Kehitanan,” ujar Sapto.

Sapto menjelaskan, dari keempat satwa yang diberikan itu, semuanya merupakan satwa yang dilindungi. Namun, yang terbilang paling langka adalah trenggiling dan rangkong.

“Tringgiling itu sudah sangat terancam dan kritis karena begitu tingginya perdagangan. Rangkong, khususnya rangkong gading, itu juga kondisinya sudah hampir mendekati kepunahan karena maraknya perdagangan,” ujarnya lagi.

Dia menilai tindakan Dandim 0101/BS sudah ikut menyelamatkan dan melindungi satwa yang terbilang langka, merupakan salah satu contoh dan patut diikuti oleh semua stakerholder, khususnya di Aceh.

Selain itu, upaya jajaran TNI AD dari Babinsa yang berkomitmen untuk membantu dalam mensosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pemeliharaan satwa dilindungi maupun juga larangan perdagangan, sangat membantu mereka.

“Beliau telah memberikan dorongan moral dan contoh bagi semua lapisan masyarakat bahwa memelihara satwa yang dilindungi itu melanggar undang-undang. Alhamdulillah itu sangat mendukung kerja BKSDA,” ungkapnya.

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.