12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dayah Bisa Beraktivitas Kembali, Ini Penjelasan Pemerintah Aceh

...

  • ANTARA
  • 29 May 2020 21:15 WIB

Usamah El Madny. Foto: dok. /Istimewa
Usamah El Madny. Foto: dok. /Istimewa

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mengizinkan dayah-dayah mulai melakukan aktivitas tapi tetap harus memerhatikan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Aceh, Usamah El Madny, di Banda Aceh, Jumat, 29 Mei 2020,mengatakan kebijakan mengizinkan kembali belajar mengajar di dayah tertuang dalam Surat Gubernur Aceh Nomor 440/7713/2020 pada 28 Mei 2020, perihal kerja sama puskesmas dan dayah terhadap protokol kesehatan di dayah.

"Karena itulah, Pemerintah Aceh mempersilakan kembali dayah-dayah di Aceh melakukan aktivitasnya, dengan tetap menjaga protokol kesehatan," kata Usamah.

Usamah menjelaskan, sebelumnya Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah meliburkan dan memulangkan santri dari belajar mengajar (PBM) di dayah akibat merebaknya pandemi Covid-19.

Kebijakan santri dapat beraktivitas kembali di dayah, dalam rangka merespons situasi dan kondisi perkembangan Covid-19, setelah berakhirnya kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus corona di wilayah Tanah Rencong.

Menurut Usamah, sebelum dimulai aktivitas belajar mengajar para pimpinan dayah agar berkoordinasi dengan bupati/wali kota melalui dinas dayah di daerah dan gugus tugas Covid-19 terkait prosedur, mekanisme, dan standar operasional pelaksanaan protokol kesehatan yang harus diterapkan di lingkungan dayah.

Kemudian untuk pelaksanaannya, bagi dayah salafiah kebijakannya diserahkan kepada para pimpinan dayah, setelah terlebih dulu berkoordinasi dengan dinas dayah dan gugus tugas Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing.

"Untuk dayah terpadu dan dayah tahfidz yang menggunakan kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, agar menyesuaikan dengan kebijakan dari kedua instansi tersebut," kata Usamah.

Melalui surat itu, tambah Usamah, Plt. Gubernur Aceh juga meminta pimpinan dayah agar para tenaga pendidik, tamu, serta pihak lainnya ketika pertama sekali memasuki lingkungan dayah untuk terlebih dahulu melakukan pengukuran suhu tubuh.

"Jika ada yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, maka yang bersangkutan untuk sementara waktu tidak diperkenankan masuk kompleks dayah serta direkomendasikan memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan milik pemerintah," ujarnya.

Tak hanya itu, para tenaga medis dari Puskesmas yang berada di sekitar dayah juga akan melakukan tes cepat Covid-19 di setiap dayah-dayah. Pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh, katanya.

Reporter: Khalis Surry.[] Sumberantaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.