26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Demokrat Aceh Utara Sorot PPK Ini

...

  • Fazil
  • 24 April 2019 18:00 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

ACEH UTARA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Utara menyoroti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Geureudong Pase.

Kadiv. Advokasi DPC Partai Demokrat Aceh Utara, Wahyu Saputra, mengatakan, berdasarkan laporan dari saksi yang mengikuti proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kecamatan Geureudong Pase, ditemukan indikasi penggelembungan suara salah satu parpol yang diduga dilakukan PPK. Menurut Wahyu, dugaan ini atas dasar tidak sesuainya hasil rekapitulasi tingkat kecamatan (DA1) dengan hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau model C1 yang diterima saksi Partai Demokrat.

"Temuan tersebut didapatkan di Kecamatan Geureudong Pase, bahwa terindikasi adanya penggelembungan suara terhadap salah satu partai politik, yang awalnya berdasarkan C1 hanya mendapatkan 500 suara sekian, tetapi direkap DA1 kecamatan menjadi 1.000 suara lebih, ini kan sangat jelas sekali ada penggelembungan suara," kata Wahyu kepada portalsatu.com, di Kantor DPC Partai Demokrat Aceh Utara, di Lhokseumawe, Rabu, 24 April 2019.

Wahyu melanjutkan, PPK Geureudong Pase juga tidak menyerahkan formulir DAA1 (rekap tingkat gampong) kepada saksi Partai Demokrat yang hadir pada saat itu. "Kami juga mencurigai adanya transaksi di tingkat kecamatan antara PPK dengan peserta Pileg untuk penggelembungan suara kepada caleg-caleg tertentu. Kami mencurigai transaksi ini terjadi di semua kecamatan di Aceh Utara," ujarnya.

Wahyu menyebutkan, semua dugaan kecurangan itu telah disampaikan secara lisan kepada Panwaslih dan KIP Aceh Utara, yang akan disusul dengan laporan resmi.

"Jadi, ini jelas-jelas ditemukan kecurangan-kecurangan. Maka kita meminta agar KIP mendesak PPK-PPK untuk membuka kembali C1 yang berhologram sebelum proses (rekapitulasi) ini selesai dan dilanjutkan di tingkat kabupaten," ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, "Kita meminta kepada penyelenggara pemilu baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten agar benar-benar bekerja secara profesional dalam proses rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilu. Jangan sampai terzalimi pihak lain yang sudah bersusah payah bekerja di lapangan selama proses tahapan pemilu ini berjalan. Akibat adanya kecurangan seperti itu, tentu kita juga merasa dirugikan".

Ketua PPK Geureudong Pase, Nasruddin, dikonfirmasi portalsatu.com, menyebutkan, pihaknya melakukan pleno berdasarkan hasil C1 yang berhologram. Menurut dia, saksi dari Partai Demokrat tidak menyampaikan keberatan terkait hasil yang ditetapkan saat pleno tersebut. Sesuai aturan, kata dia, sebelum ditetapkan hasil rekapitulasi, pihaknya juga menanyakan terlebih dahulu kepada para saksi yang hadir. Namun, tidak ada yang melakukan sanggahan atau keberatan dari saksi.

"Kalau memang ada saksi yang keberatan maka mereka bisa menyampaikannya melalui model C2-KPU (pernyataan keberatan saksi atau catatan kejadian khusus). Tetapi kita lihat memang tidak ada yang keberatan dalam pleno kecamatan pada 20 April 2019 lalu. Intinya, kita berpedoman terhadap hasil pleno di tingkat kecamatan. Artinya apabila tidak ada yang keberatan dari hasil itu maka tidak ada masalah," ucap Nasruddin.

"Tadi malam (Selasa, 23 April 2019), mereka (pihak Demokrat) meminta kembali surat pernyataan keberatan tersebut. Kami menyampaikan bahwa itu tidak bisa diberikan lagi karena model C2 tersebut semuanya sudah dimasukkan ke dalam kotak suara, dan tertulis dalam model C2 itu pun 'nihil' karena tidak ada yang keberatan," kata dia.

Nasruddin menyatakan, "Bekenaan tudingan mereka (Demokrat) bahwa kami melakukan penggelembungan suara terhadap salah satu parpol, itu tidak benar. Karena suara untuk parpol yang dimaksudkan itu berjumlah 1.050 suara berdasarkan hasil pleno C1 berhologram. Tidak benar ada penambahan atau penggelembungan suara sebagaimana tudingan pihak Partai Demokrat Aceh Utara".

Menurut Nasruddin, tak masalah jika Demokrat Aceh Utara ingin melaporkan pihaknya ke Panwaslih.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.