25 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Deteksi Dini HIV/AIDS, 61 Napi Rutan Lhoksukon Diperiksa

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 29 June 2018 17:30 WIB

Napi Rutan Lhoksukon dengan status berisiko menjalani deteksi dini HIV/AIDS. @dok.Cut Islamanda
Napi Rutan Lhoksukon dengan status berisiko menjalani deteksi dini HIV/AIDS. @dok.Cut Islamanda

LHOKSUKON – Tim Dinas Kesehatan Aceh Utara melakukan deteksi dini HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) terhadap tahanan dan narapidana Rutan Cabang Lhoksukon dengan status berisiko, Kamis, 28 Juni 2018. Dari 418 napi di rutan itu, 61 orang diperiksa.

Sri Mulyati Mukhtar, Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Aceh Utara dihubungi portalsatu.com, Jumat, 29 Juni 2018, menyebutkan, kegiatan tersebut dilakukan enam bulan sekali. “Setiap enam bulan sekali kita lakukan deteksi dini. Apalagi di rutan yang memang selalu ada pergantian orang (napi). Pemeriksaan itu dilakukan bagi yang berisiko seperti pemakai narkoba, waria pekerja salon dan lainnya. Alhamdulillah, dari 61 napi yang kita periksa kemarin hasilnya negatif semua,” ungkap Sri Mulyati.

 Menurut Sri, dulu kasus HIV/AIDS rata-rata ditemukan saat penderitanya sudah dalam kondisi AIDS, tapi kini sudah jarang demikian. “Kebanyakan ketika kita jumpai sudah dalam kondisi AIDS, tidak lagi HIV, itu dulu ya, karena jarang dilakukan deteksi dini. Sekarang sudah sering dilakukan dengan harapan kasus tersebut kita temukan saat masih HIV. Jadi ketika kita berikan obat bisa menghambat perkembangan virus, sehingga tidak sampai pada kondisi AIDS. Karena ketika dalam kondisi AIDS, kesempatan hidupnya sudah menipis. Jika masih dalam kondisi HIV, kita berikan obat rutin Insya Allah, dia bertahan,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Rutan Cabang Lhoksukon, Yusnal, mengatakan, dari total 418 tahanan dan napi, 12 di antaranya perempuan. “Ada sekitar 100 orang dengan status berisiko, rata-rata kasus narkoba dan pelecehan seksual. Deteksi dini HIV/AIDS ini saya rasa sangat penting, mengingat kondisi rutan kini yang over kapasitas. Karena keterbatasan waktu dan tenaga, kemarin hanya 61 napi yang diperiksa, hasilnya nonreaktif. Pemeriksaan dilakukan pihak Dinas Kesehatan Aceh Utara,” pungkas Yusnal.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.