24 January 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Di Aceh Kecenderungan Tipihut dan Tindak Pidana Satwa Liar Menurun

  • PORTALSATU
  • 11 January 2017 21:30 WIB

BANDA ACEH - Kasus kejahatan bidang kehutanan dan kasus satwa liar yang dilindungi di Aceh pada tahun 2016 berada dalam tren yang menurun. Untuk kasus tindak pidana kehutanan, Polda Aceh mencatat penurunan hingga 20% dibandingkan dengan kasus tipihut 2015. Sementara itu, untuk kasus satwa liar dilindungi angkanya berkurang 40% dibandingkan tahun 2015.

“Hal ini tentunya menjadi langkah maju dalam penegakan hukum terkait dengan perlindungan sumber daya alam dan konservasi di Aceh, Penurunan ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik antar semua pihak.  Terutama kerjasama yang telah terbangun dengan BKSDA Aceh, Dinas kehutanan Aceh dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh,” kata Wahyu Pratama, SH selaku Program Officer Konsorsium LSGK–LBH Banda Aceh, yang didampingi oleh Dir Reskrimsus Polda Aceh,Pejabat Dishut Aceh, Pejabat BKSDA Aceh dan Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh di Mapolda Aceh, 11 Januari 2017.

Pada tahun 2016, lanjutnya Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh telah menangani kasus Tindak Pidana Kehutanan sebanyak 3 kasus dimana letak wilayah tempat kejadian perkara di Kabupaten Aceh Besar dan kasus tersebut sudah P-21.  Disamping itu ada 1 kasus kejahatan terhadap Satwa liar dengan Jenis Harimau Sumatera yang juga telah P-21 bahkan sudah putusan vonis di Pengadilan Negeri Bireun.

“Total kasus Tipihut tahun 2016 yang ditangani Polda Aceh beserta Polres jajarannya berjumlah 36 kasus, sedangkan total kasus Satwa Liar yang ditangani Polda Aceh beserta Polres jajarannya di tahun 2016 berjumlah 3 kasus yang terjadi dalam wilayah hukum Polda Aceh," katanya.

Dir Reskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli, SSTMK, S.H melalui Kasubdit IV/Tipidter AKBP. Erwan, SH.MH juga mengatakan, Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh tidak hanya konsen pada penegakkan hukum semata, melainkan juga konsen terhadap kegiatan-kegiatan preemtif dan preventif untuk mencegah dan deteksi dini terkait potensi berkembangnya kasus-kasus kejahatan terhadap Sumber Daya Alam di Aceh.

Ia mengatakan, kegiatan preemtif dan preventif yang telah dilakukan oleh Polda Aceh bersama BKSDA Aceh & Dishut Aceh adalah dengan memberikan penyuluhan hukum serta sosialisasi bahwa adanya layanan Siap SMS yang dapat mempermudah masyarakat untuk memberikan laporan terhadap dugaan kejahatan kasus Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Aceh.

“Untuk pengaduan terhadap tindak pidana kehutanan, masyarakat bisa melapor pada pusat layanan SMS kami di nomor 08116771010,” katanya.

Selain melakukan tindakan preemtif &preventif, Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh juga melaksanakan kegiatan internal melalui berbagai pelatihanuntuk peningkatan kapasitas penyidik yang didukung oleh  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Aceh.

AKBP Erwan menyampaikan dukungan dari berbagai lembaga ini tentunya menjadi modal utama pihak Polda Aceh dalam melakukan penanganan dan penegakan hukum.

“Kami menjalin kerjasama dengan LSM, di antaranya bersama Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh dan lembaga lainnya,” kata Erwan, dalam siaran pers.

Harapannya dengan adanya upaya–upaya yang dilakukan baik untuk eksternal maupun internal, dapat mencegah agar kejahatan bidang sumber daya alam khususnya Tindak Pidana Kehutanan dan Tumbuhan & Satwa Liar dapat berkurang demi keberlangsungan kelestarian dan keanekaragaman hayati di alam khususnya dalam wilayah Aceh.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2015. All Rights Reserved.