26 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Di Pidie, Ribuan Keuchik dan Aparatnya Belum Terima Jerih 5 Bulan

...

  • ZAMAH SARI
  • 22 May 2020 21:45 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

SIGLI - Sebanyak 7.300 keuchik dan perangkat gampong dari 730 gampong di Kabupaten Pidie, sudah lima bulan tidak menerima jerih, terhitung Januari hingga Mei 2020.  Saat ini Keuchik dan perangkat menjerit memenuhi kebutuhan hidup menjelang Idulfitri. Mereka harus 'berpuasa' di hari raya.

Anehnya, ada 175 gampong sudah siap pengajuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG), bahkan proses pencairan sudah dilakukan. Namun untuk jerih Keuchik dan aparatnya belum dicairkan pemerintah kabupaten dengan alasan terjadinya refocusing anggaran karena wabah Covid-19. 

Ketua Forum Keuchik Kecamatan Mila, Pidie, Syukri yang juga Keuchik Gampong Meunasah Blang, Mila, kepada portalsatu.com, Jumat, 22 Mei 2020, mengaku dirinya bersama seluruh perangkatnya belum dibayar jerih atau gaji, sejak Januari 2020. Padahal pihaknya sudah mengajukan APBG ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dqn Gampong (DPMG), proses pencairan tahap pertama sudah selesai pada minggu kedua Ramadan. 

"Kami sudah siap APBG dan proses pencairan sudah dilakukan sekitar 10 Ramadan. Tapi tahap pertama hanya ditransfer Dana Gampong (DG) yang bersumber dari pusat khusus untuk program fisik. Sedangkan jerih aparatur dari Anggaran/Alokasi Dana Gampong (ADG) bersumber dari APBK Pidie. ADG itu sampai sekarang belum cair," ungkap Syukri. 

Semestinya pemerintah termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dapat mencurahkan pikiran sedikit kepada nasib keuchik bersama perangkatnya yang menjalankan roda pemerintahan di tingkat gampong. Jika terkendala dengan penyesuaian APBK, tentunya tidak mungkin diutak - atik hak perangkat gampong. 

Dia juga menuturkan, DG tahap pertama digunakan untuk program pembangunan fisik dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak Covid-19.

"DG tidak bisa digunakan untuk jerih. Sesuai regulasi jerih aparatur dialokasikan dalam ADG. Itulah yang belum cair hingga saat ini," ujar Ketua Forum Keuchik Mila ini. 

Terkait tidak cairnya jerih aparatur, pihaknya sudah menanyakan ke DPMG. Dari sana dijelaskan sedang dalam proses dan diminta bersabar, namun hingga hari meugang Idulfitri, jerih itu tak kunjung cair. 

Sementara Kepala DPMG Pidie, Samsul Adhar, menjelaskan terhambatnya pencairan ADG dikarenakan ada penyesuaian anggaran dan saat ini sudah dikumpulkan seluruh bahan untuk proses pencairan. Namun dia mengaku tidak mungkin terkejar lagi sebelum Idulfitri cair lantaran sudah mulai libur kerja. 

"Kita sudah upayakan dapat cair sebelum hari raya, tapi tidak terkejar lagi. Insya Allah, setelah hari raya akan diproses secara bertahap," jelas Samsul. 

Dia memaparkan data gampong yang telah pencairan DG dan yang masih proses. Dari 730 gampong, 175 di antaranya sudah cair DG. Dana itu sudah ditranfer langsung ke rekening gampong masing - masing. 

Adapun aparatur gampong sebanyak 10 orang per gampong, terdiri dari keuchik, sekdes, bendahara, 3 kaur dan 4 kadus. Mereka dibayar uang jerih rata - rata Rp2 juta per bulan, kecuali keuchik Rp2,4 juta dan sekdes Rp2,2 juta per bulan.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.