31 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Di Subulussalam, Wali Nanggroe Ziarah Makam Hamzah Fansyuri dan Tanam Pohon Kapur

...

  • PORTALSATU
  • 21 July 2020 19:45 WIB

Foto: QM
Foto: QM

SUBULUSSALAM  - Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berziarah ke makam salah satu ulama besar Aceh, Syekh Hamzah Fansyuri di Gampong Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Senin, 20 Juli 2020. Kunjungan tersebut rangkaian kegiatan Wali Nanggroe selama tiga hari berada di kota dijuluki Sada Kata.

“Ini kali kedua saya datang ke makam ulama yang namanya terkenal seluruh nusantara bahkan dunia. Pertama kali tahun 2006,” kata Wali Nanggroe saat tiba di Kompleks Makam Syekh Hamzah Fansyuri.

Wali Nanggroe didamping Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang, Wakil Wali Kota Salmaza, Ketua DPRK Ade Fadly Pranata Bintang serta unsur Forkopimda lainnya. Turut ikut Staf Khusus Wali Nanggroe H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak dan Dr. Rafiq. 

Di Oboh, Wali Nanggroe serta rombongan disambut camat dan kepala desa setempat serta juru kunci makam, Imam Khalid. Selanjutnya rombongan melakukan takziah dan doa bersama dipimpin Tgk. Qaharuddin Kombih. 

Wali Nanggroe juga berkesempatan menanam bibit pohon kayu kapur yang merupakan jenis pohon endemic yang hanya ada di Subulussalam. 

Usai melihat langsung kondisi terkini Kompleks Makam Syekh Hamzah Fansyuri, Wali Nanggroe menyampaikan agar dilakukan pemugaran kembali makam ulama sufi dan sastrawan yang karya-karyanya tercatat dalam lintasan peradaban Aceh. “Dipugar kembali dengan lebih menampilkan nuasan religi dan budaya, serta menjaga nilai sejarahnya,” kata Wali Nanggroe. 

Sebelumnya, saat temu ramah dengan jajaran Pemko Subulussalam dan tokoh adat serta tokoh masyarakat, Wali Nangroe mengatakan Subulussalam memiliki kekayaan alam luar biasa, baik dari sisi perkebunan, wisata alam serta mineral. “Kita harus memikirkan bagaimana potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” kata Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe berpesan, kalaupun sumber daya alam di Subulussalam akan dimanfaatkan, maka haruslah benar-benar untuk rakyat. “Harus tepat masanya. Siapkan anak cucu kita menjadi SDM yang baik, baru kemudian dilakukan eksploitasi,” pesan Wali Nanggroe. 

Selama berada di Subulussalam, Wali Nanggroe mengaku telah melihat langsung potensi bidang budaya, pariwisata, dan kearifan lokal. Wali Nanggroe menyampaikan akan ikut langsung mendorong pengembangan potensi tersebut. “Saya akan menyampaikan hal ini kepada Gubernur Aceh, juga ke Pemerintah Pusat melalui menteri-menteri terkait, juga kepada Presiden,” ungkap Wali Nanggroe. 

Sebagai kotamadya termuda di Aceh, dengan segala potensi yang ada, Wali Nanggroe menyakini Kota Subulussalam akan mampu mengejar ketertinggalan dari kabupaten/kota lain di Aceh. “Tidak mungkin orang Aceh tidak dapat mengejar ketertinggalan, sedangkan kita mampu mempertahankan perang selama puluhan tahun. Insya Allah akan capai itu pada suatu ketika.”[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.