26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dibangun 2018, Peningkatan Jaringan Irigasi Mbang Ambruk

...

  • MUDIN PASE
  • 11 February 2019 09:00 WIB

Bangunan saluran irigasi Leubok Tiga Geureudong Pase ambruk. Foto istimewa
Bangunan saluran irigasi Leubok Tiga Geureudong Pase ambruk. Foto istimewa

LHOKSUKON - Bangunan jaringan irigasi Leubok Guha Daerah Irigasi Mbang, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, ambruk. Saluran itu untuk mengairi  sawah di empat desa, yaitu Pulo Meuria, Krueng Mbang, Dayah Seupeng dan Peudari. Proyek jaringan irigasi itu dibangun dengan APBK Aceh Utara tahun 2017 dan APBA 2018.

"Tahun 2018 dua musim tanam, petani tidak turun ke sawah karena menunggu saluran ini siap, tapi hasilnya begini. Yang rusak bangunan yang dikerjakan tahun anggaran 2018," ungkap tokoh muda Geureudong Pase, Adly Jailani, 10 Februari 2019.

Dia meminta dinas terkait agar turun ke lapangan untuk meninjau ulang hasil pekerjaan. Karena seharusnya pekerjaan itu ada masa pemeliharaan, yang apabila rusak selama masa pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab kontraktor PT Bukit Indah Bahagia.

"Warga mencurigai ada ketidaksesuaian spek dalam pekerjaan lanjutan di tahun anggaran 2018 senilai hampir 3 miliar. Jangan sampai kemudian pekerjaan tersebut dikategorikan force majeur," kata Adly yang juga pengurus KNPI Aceh Utara.

Masyarakat juga meminta agar di Leubok Guha dibangun waduk irigasi permanen, agar setiap banjir saluran induknya tidak selalu tersumbat oleh lumpur.

"Kalau mau bangun jangan "cilet-cilet". Jangan sampai tiap tahun itu-itu saja yang dikerjakan, sementara masalah utama tidak juga terselesaikan," ujar Adly. 

Adly meminta dinas terkait agar ke depan memperketat pengawasan untuk proyek-proyek yang berada di daerah terpencil, karena berpotensi dikerjakan asal jadi.

Menurut Adly, masyarakat sudah mengusulkan pembangunan waduk irigasi permanen sejak musrenbang tahun 2010. Setiap tahunnya juga selalu diupdate ulang. 

"Proyek ini begitu penting bagi masyarakat Geureudong Pase. Karena ada 5 desa yg masyarakatnya menggantungkan hidup dari sawah, yang pengairannya bersumber dari sini. Sumber air Irigasi Leubok Guha langsung diairi dari DAS Krueng Pase, di Gampong Pulo Meuria," kata Adly.

Adly juga menduga ambruknya saluran irigasi ini karena lemahnya pengawasan. "Sumber anggaran APBA (2018) Dinas Pengairan Aceh, berapa kali mereka sanggup turun ke lapangan untuk mengecek pekerjaan," tanya dia.

Dia mengusulkan kalau bisa, untuk penandatanganan progress report, Camat dan Geuchik harus kembali diberikan hak untuk tanda tangan, seperti zaman dulu. Agar check and balances dalam rangka memperketat pengawasan pekerjaan di wilayah kerjanya bisa kembali maksimal.

"Camat dan geuchik jangan hanya jadi penonton. Sementara saat timbul masalah di lapangan, mereka juga yang disibukkan untuk menyelesaikannya," tandasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.