23 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Diduga Akibat Stres, Pria Ini Nekat Coba Bunuh Diri

...

  • SUDIRMAN
  • 07 February 2019 17:30 WIB

Lokasi percobaan bunuh diri.  Foto istimewa
Lokasi percobaan bunuh diri. Foto istimewa

SUBULUSSALAM - Wanden (53), penduduk Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, nekat melakukan percobaan bunuh diri menggunakan benda tajam dengan menyayat lehernya sendiri.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Agramuda SIK melalui Kapolsek Penanggalan Iptu Arifin Ahmad kepada portalsatu.com mengatakan upaya percobaan bunuh diri itu di lokasi kebun milik korban di Skelang, Kamis, 7 Februari 2019 sekitar pukul 09:00 WIB.

Aksi itu diketahui pertama kali oleh istri korban, Nursitih (48) saat pergi ke kebun miliknya di belakang SMAN1 Penanggalan. Setibanya di lokasi, ia melihat suaminya telah terjatuh dengan kondisi leher mengeluarkan darah.

Melihat hal itu, Nursitih berlari ke arah SMAN1 Penanggalan  untuk meminta pertolongan. Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan mobil Avanza milik warga menuju RSUD Kota Subulussalam untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Kapolsek Arifin Ahmad mengatakan berdasarkan keterangan istri korban, Nursitih menyebutkan korban dalam beberapa hari belakangan mengalami stres, diduga menjadi penyebab korban nekat melakukan percobaan bunuh diri.

Sebelumnya korban juga pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar tiga tahun lalu, mengakibatkan korban stres dan depresi. Bahkan saat itu korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri namun digagalkan oleh pihak keluarga.

"Pernah melakukan percobaan bunuh diri namun digagalkan pihak keluarga. Dan ini percobaan yang ke-3 kalinya," kata Arifin Ahmad mengutip keterangan istri korban.

Berdasarkan pengakuan Nursitih kepada pihak kepolisian, sebelumnya aksi percobaan bunuh diri ini, korban, pada Rabu, 6 Februari 2019 sempat mengumpulkan lembaran buku (kertas) di rumahnya.

Saat itu korban juga  menyampaikan kepada istrinya bahwa besok (hari ini) petugas kepolisian akan datang ke rumah mereka. Nursitih juga sempat melihat korban membawa pisau (diduga pisau kater) dibalut menggunakan plastik sesaat sebelum korban beranjak ke kebun tadi pagi.

 "Namun pisau tersebut belum kami temukan," ungkap Arifin Ahmad.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.