16 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Diduga Hasil Sabu, Rumah Rp1 M Milik Pria Asal Aceh di Palembang Disita

...

  • DETIK
  • 14 September 2018 19:00 WIB

Rumah bandar sabu. @Raja/detik.com
Rumah bandar sabu. @Raja/detik.com

PALEMBANG - Rumah senilai hampir Rp1 miliar disita polisi dari bandar narkoba di Palembang, Sumatera Selatan, Rizki (26). Rumah itu diduga kuat dibeli sang bandar dari hasil transaksi narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Farman, mengatakan rumah mewah yang disita di Kelurahan Bukit Baru, Ilir Barat I merupakan milik Rizki. Dalam bisnis haramnya, pria asal Aceh ini tenyata bisa membeli rumah untuk keluarga.

Mirisnya lagi, Rizki menjadi bandar saat masih mendekam di Lapas Merah Mata, Palembang. Dia menjadi narapidana di kasus serupa dengan putusan 20 tahun penjara di PN Palembang.

"Rizki ini narapidana yang kami tetapkan lagi sebagai tersangka terkait peredaran sabu dari dalam lapas. Setelah ditelusuri ternyata hasil penjualan sabu itu dipakai membeli rumah," kata Farman di Polda Sumsel, Jumat, 14 September 2018.

"Dia narapidana kasus narkoba dan telah divonis majelis hakim 20 tahun. Tentu ini sangat disayangkan karena meskipun di dalam lapas masih bisa mengendalikan," kata Farman.

Dari penyelidikan, polisi menduga rumah dibeli Rizki dari hasil penjualan narkoba. Rumah itu dibeli senilai Rp450 juta dan telah direvovasi sekitar 2 tahun lalu saat ada istri dan orang tua Rizki datang dari Aceh.

"Dia beli Rp450 juta, direnovasi sekitar Rp200 juta pada 2 tahun lalu. Kalau ini di hitung harga jual sekarang mencapai Rp750 juta sampai Rp1 miliar," ujar Farman.

Penyitaan dilakukan 2 hari lalu setelah keluar putusan pengadilan terkait hasil penyidikan TPPU. Dimana polisi menggandeng PPATK dan pihak-pihak terkait untuk menelusuri harta si bandar yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Selain Rizki, Farman menyebut sampai sekarang pihaknya menelusuri aliran dana bandar narkoba, Letto cs. Letto dalah bandar narkoba Surabaya, Jawa Timur yang ditangkap pada awal Mei lalu.

Dari jaringan lintas provinsi ini, polisi sudah menyita aset berupa mobil dan motor. Termasuk uang tunai di dalam tabungan yang dikalkulasikan secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp5 miliar.

"Letto cs., masih ditelurusi, ada aset lain yang masih kami kejar agar para bandar ini miskin. PPATK dan pihak terkait pun sudah kami libatkan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada hasil," ujar Farman.

Reporter: Raja Adil.[] Sumber: detik.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.