13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Aceh Utara
Diduga Terlibat Perburuan Harimau Sumatera, Lima Pria Ini Ditangkap Polisi

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 27 September 2019 21:00 WIB

Lima tersangka bersama barang bukti kulit dan tulang-belulang harimau. Foto Cut Islamanda/portalsatu
Lima tersangka bersama barang bukti kulit dan tulang-belulang harimau. Foto Cut Islamanda/portalsatu

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara menangkap lima pria yang diduga terlibat perburuan satwa dilindungi, yakni harimau sumatera dengan cara memasang jerat dan mengulitinya. Para tersangka ditangkap di kawasan Wisma RAPI, Gampong Meunasah Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Jumat, 27 September 2019, pagi.

Dalam konferensi pers digelar di Mapolres setempat, Jumat sore, lima tersangka yang dihadirkan berinisial AM (25) warga Aceh Timur, dan MZ (33), petani kebun asal Cot Girek, Aceh Utara. Lalu, IS (32), AB (61) asal Aceh Tamiang dan HS (34) asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

"Lima pria yang kita amankan ini diduga merupakan pelaku penjualan satwa yang dilindungi, yaitu harimau sumatera. Kita menerima informasi akan ada transaksi di Wisma RAPI Lhoksukon. Kemudian Tim Opsnal Intelkam dan Reskrim melakukan pengintaian. Di warung dekat wisma, kita mencurigai dua pria, AM dan MZ yang membawa tas biru," ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya dalam konferensi pers.

Saat ditangkap, kata Adhitya, AM dan MZ sedang bersama dua temannya, HS dan UD. "HS berhasil kita amankan, sementara UD melarikan diri. Saat kita periksa, ternyata benar tas tersebut berisikan kulit harimau. Dalam pengembangan kasus, kembali kita amankan IS dan AB di Wisma Rapi. Hasil pemeriksaan sementara, IS dan AB merupakan perantara untuk transaksi, sementara AM pemiliknya," ungkap Adhitya.

"Barang bukti yang kita amankan dalam kasus ini, yaitu Honda Tiger BK 2859 AHS, Honda Beat BL 3061 DAY, kulit harimau, empat taring harimau, sebuah tengkorak harimau, sebuah karung berisi tulang harimau, lima kumis harimau dan sebuah tas biru," kata kasat reskrim. 

Hingga saat ini Satreskrim Polres Aceh Utara masih melakukan pengembangan, terkait siapa yang akan menampung kulit harimau yang direncanakan akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara itu.

"Harga perkiraan 70juta, cuma barang seperti inikan tidak ada harga pasti. Para tersangka dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf b atau huruf d UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Hasil BAP nanti akan kita ketahui tugas masing-masing tersangka," tegas AKP Adhitya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.