18 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Diduga Tipu Jamaah Masjid, Penceramah Ini Ditangkap Polisi

...

  • Fazil
  • 12 July 2018 14:30 WIB

ilustrasi. @ist/net
ilustrasi. @ist/net

LHOKSEUMAWE - Seorang mualaf yang menjadi penceramah berinisial MS (28), warga Asahan, Sumatera Utara, ditangkap polisi karena diduga sudah melakukan tindak pidana penipuan terhadap jamaah (jemaah) di sejumlah masjid di Lhokseumawe. MS ditangkap saat akan menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lhokseumawe, Selasa, 10 Juli 2018, malam.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, mengatakan, oknum ustaz mualaf itu diduga melakukan penipuan terhadap jamaah dakwah di Masjid Baiturrahman dan Masjid Al-Azhar Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, dengan modus meminta sumbangan.

“MS meminta sumbangan kepada para jamaah, katanya untuk membeli Alquran yang nantinya akan diserahkan kepada para mualaf. Belakangan terungkap, uang hasil sumbangan itu digunakan untuk keperluan pribadinya,” kata Budi kepada portalsatu.com, Kamis, 12 Juli 2018.

Budi menjelaskan, mulanya seorang pelapor datang ke Masjid Al-Azhar di Gampong Pusong Lama, Minggu, 8 Juli 2018, sekitar pukul 05.00 WIB, untuk salat Subuh dan mendengarkan ceramah MS. Dalam ceramahnya, kata Budi, MS menyampaikan tentang bahaya pemurtadan. Di akhir ceramah, MS mengajak seluruh umat agar menyumbangkan dana untuk pembelian Alquran yang akan disumbangkan kepada para mualaf.

"Sumbangan tersebut bisa diberikan secara langsung atau bisa dikirim ke rekening Ustaz MS tersebut. Lalu pelapor pun turut mengirimkan sumbangan ke nomor rekening MS melalui mobile banking, Senin, 9 Juli 2018, senilai Rp600 ribu untuk sumbangan pembelian Alquran," ujar Budi.

Budi melanjutkan, setelah mengirim uang tersebut, pelapor merasa curiga karena banyak informasi yang didapatkan bahwa MS diduga menggunakan hasil sumbangan jamaah dakwah untuk keperluan pribadi. Pelapor pun melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian. Polisi kemudian menangkap MS saat akan berceramah di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Selasa malam lalu.

“Hasil pemeriksaan pihak Satuan Reskrim, tersangka (MS) mengaku sudah enam bulan melakukan kegiatan ceramah sambil meminta sumbangan uang dari masjid ke masjid di berbagai daerah, seperti Medan, Sumatera Utara, Langsa, Idi Rayeuk, dan Lhokseumawe,” kata Budi.

Menurut Budi, uang hasil sumbangan jamaah dakwah yang katanya akan dibelikan Alquran untuk para mualaf, diduga digunakan MS untuk keperluan pribadi. “Antara lain berlibur ke Bali bersama keluarganya, membayar uang liburan ke Singapura via pengusaha jasa travel, membayar uang DP (uang muka) mobil kredit, membeli hand phone, iPhone dan juga untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya," ujar Kasat Reskrim.

Budi menyebutkan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti satu mobil Innova hitam, satu mobil Avanza putih, satu handphone Samsung Galaxy S9, uang Rp9 juta, satu kamera, satu bundel blanko untuk para penyumbang, satu ATM BRI, dan beberapa buku hasil karangan tersangka MS.

"Tersangka sudah ditahan di Mapolres Lhokseumawe untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Budi.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.