26 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dihadiri TA Khalid, Ombudsman Aceh Gelar Rakor Terkait Pupuk Subsidi, Ini Hasilnya

...

  • PORTALSATU
  • 20 August 2020 09:20 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Menanggapi keluhan masyarakat selama ini terkait langkanya pupuk subsidi untuk petani, pihak Ombudsman RI Perwakilan Aceh telah melakukan investigasi ke beberapa daerah. Tindak lanjutnya, Ombudsman menggelar rapat koordinasi multistakeholder di Banda Aceh, Rabu, 19 Agustus 2020.

Turut hadir dalam rapat tersebut Anggota Komisi IV DPR RI TA. Khalid yang selama ini konsisten memperjuangkan hak petani. Hadir pula Distanbun Aceh, Bappeda Aceh, dan HKTI selaku Ormas di bidang pertanian. 

Pada kesempatan tersebut, Dr. Taqwaddin, Husin Kepala Ombudsman Aceh, menuturkan bahwa pihaknya ingin menyelesaikan terkait sengkarut kelangkaan pupuk subsidi selama ini.

"Kami ingin menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk subsidi selama ini yang kami lihat sudah berulang ulang, sehingga menjadi keluhan publik yang harus menjadi perhatian kami," sebut Taqwaddin.

Fakhrurrazi, Kabid Sarpras Distanbun Aceh, menjelaskan kepada pihak Ombudsman bahwa benar terjadinya kelangkaan pupuk selama ini. Hal tersebut diakibatkan kuota yang diberikan kepada Provinsi Aceh hanya berkisar 39% dari kebutuhan untuk pupuk urea, yang merupakan kebutuhan dasar para petani.

"Aceh hanya mendapatkan 143.461 ton pupuk subsidi dengan luas areal persawahan 213 ribu hektare," tambah Fakrurazi. Inilah yang menjadi faktor langkanya pupuk di lapangan, imbuhnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini Plt. Gubernur Aceh telah mengirim surat permintaan penambahan kuota pupuk ke Kementerian Pertanian.

Sementara itu, TA. Khalid, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra menyatakan dengan tegas tentang kesiapannya memperjuangkan kebutuhan publik di bidang pertanian. "Saya akan mendukung sepenuhnya untuk pemenuhan kuota pupuk subsidi," kata TA. Khalid dalam rapat koordinasi tersebut.

"Kon lon hana memperjuangkan hak masyarakat, tapi kadang hana info sapue bak lon (Bukan saya tidak memperjuangkan hak masyarakat, tapi karena tidak ada informasi apapun ke saya)," kata TA. Khalid dalam bahasa Aceh yang kental ditujukan kepada pihak Distanbun Aceh.

Berdasarkan rapat koordinasi tersebut, didapatkan beberapa solusi. Di antaranya, harus adanya penambahan kuota pupuk subsidi, sinergitas para pihak untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk, serta harus adanya realokasi antarwaktu oleh dinas-dinas di kabupaten/kota.

"Hal ini masih dalam pertimbangan, karena masih rakor tahap pertama. Kita akan melakukan koordinasi lanjutan," kata Taqwaddin yang juga Dewan Pakar Forum PRB Aceh.

"Tahap kedua nanti kita akan undang kembali PT PIM, Disperindagkop dan UKM Aceh, DPD RI serta DPRA yang tidak sempat hadir pada pertemuan tadi," pungkas Taqwaddin.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.