25 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dihuni 367 Napi, Begini Kondisi Terkini Rutan Lhoksukon

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 14 September 2017 10:20 WIB

LHOKSUKON - Sebanyak 367 narapidana dan tahanan Rutan cabang Lhoksukon, Aceh Utara, harus tinggal berdesakan dalam 16 ruang. Menurut Kepala Rutan Effendi, kondisi rutan itu sudah tidak layak huni lagi. Pasalnya dalam satu ruang ada yang dihuni 30 napi, sementara kapasitas seharusnya hanya tujuh hingga delapan orang saja.

"Rutan ini memang sudah tidak layak lagi. kapasitas seharusnya hanya 70 narapidana, namun kini mencapai 367 orang, 11 di antaranya wanita. Dalam satu ruang sel, seharusnya dihuni tujuh atau delapan orang, tapi kini mencapai 30 orang. Untuk ukuran kamar bervariasi, ada yang 4x5 meter, yang paling besar 4x7 meter. Semakin besar kamar, semakin banyak penghuninya," ujar Kepala Rutan cabang Lhoksukon, Effendi, saat dihubungi portalsatu.com, Rabu, 13 September 2017 kemarin.

Effendi menyebutkan, lebih dari 65 persen napi dan tahanan di rutan tersandung kasus narkotika.

"Sekarang ini napi yang seharusnya tidur di atas, harus tidur di lantai. Malah ada ruang yang dekat kamar mandi, sehingga selalu lembab karena tidak ada ventilasi udara juga. Tapi mau bagaimana lagi, begitu adanya. Untuk melakukan perluasan tidak mungkin, sudah mentok tembok," ucapnya.

Dengan ruang terbatas dan sempit itu, kata Effendi, jangankan untuk membuat ruang keterampilan, ruang hunian saja sudah sesak.

"Kita hanya bisa melaksanakan pembinaan mental melalui pengajian dan tausiah. Untuk napi wanita, sepekan dua kali datang pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan memberikan pengajian dan itu sudah berjalan setahun lebih. Sementara untuk napi pria, pengajian dan tausiah diberikan oleh para pimpinan Dayah di Lhoksukon secara bergantian," kata Effendi.

Selain keterbatasan ruang, lanjutnya, Rutan cabang Lhoksukon juga memiliki keterbatasan jumlah petugas atau sipir. Hingga saat ini hanya ada 24 sipir dan 12 penjaga yang dibagi menjadi tiga regu piket. 

"Jumlah petugas yang minim itu harus menjaga 367 narapidana. Itu jelas jumlah yang tidak seimbang. Selama ini kita mencoba melakukan pendekatan berkomunikasi dengan warga binaan, sehingga mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Effendi.

Effendi berharap, pemerintah daerah, provinsi dan pusat dapat segera merealisasikan pembangunan Rutan baru di Gampong Meunasah Reudeup, Lhoksukon. 

"Lahan dengan luas sekitar 5 Ha itu sudah lama dihibahkan untuk pembangunan Rutan yang baru, tapi hingga kini belum terlaksana. Kami harap itu segera terlaksana, sehingga warga binaan dapat diperlakukan lebih manusiawi," ujar Effendi. []

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.