23 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Diiming-imingkan Batu Antik, Warga Aceh Tengah Tertipu Rp 300 Juta

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 12 January 2018 20:30 WIB

BANDA ACEH - Seorang warga Takengon, Aceh Tengah, diduga menjadi korban penipuan dengan modus penjualan barang antik, Senin, 8 Januari 2018 lalu. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga lebih Rp 300 juta.

"Kejadiannya sekitar Hari Senin jam 11.00 WIB," kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Januari 2018.

Adapun kronologis kejadian dijelaskan Kapolres Aceh Tengah, berawal saat korban bernama Damai berusia sekitar 60-an tahun, sedang berada di salah satu bank untuk mengambil uang. Pada saat yang bersamaan, pelaku juga sedang di lokasi tersebut.

"Motifnya dia awalnya menunggu di bank (di Takengon), kebetulan korban ada di situ. Kemudian pelaku datang atau dihampiri korban," jelasnya.

"Selanjutnya berkenalan dan bercerita, mengakrabkan diri," jelasnya lagi.

Setelah itu, pelaku berusaha menawarkan beberapa barang antik dengan korban dengan modus akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

"Ternyata nyambung sehingga diarahkan ke situ (pembahasan jual beli). Setelah berkenalan dan komunikasi bagus, modus menawarkan barang antik, dalam hal ini dia menjual batu merah delima," ujarnya.

"Modus yang ditawarkan berupa batu bagus dengan dijanjikan. Nanti kalau dijual akan dua kali lipat harganya," ujarnya lagi.

Setelah diserahkan uang, pelaku mengajak korban untuk naik ke dalam mobil dan korban diajak berkeliling. Beberapa saat kemudian, pelaku memberhentikan mobil meminta korban untuk shalat. 

"Setelah selesai shalat, dia keluar dan melihat pelaku sudah tidak ada," katanya.

Menanggapi isu yang beredar bahwa korban mengalami hipnotis, AKBP Hairajadi mengungkapkan, bahwa kejadian tersebut murni penipuan.

"Itu bukan hipnotis, dugaan sementara itu penipuan, karena kondisinya korban itu sadar namun ditipu oleh pelaku," ungkapnya.

"Korban sadar kalau dia mengambil uang itu, bukan karena hipnotis. Itu dugaan sementara modus yang digunakan," ungkapnya lagi.

Saat ini pihak kepolisian Aceh Tengah sedang menyelidiki kasus tersebut. Berdasarkan keterangan korban, pelaku dilihat berjumlah satu orang, namun menurut prediksi pihak kepolisian pelaku mencapai tiga orang. 

"Sekarang kita sedang melakukan penyelidikan, semoga kita temukan titik terang dan pelaku dapat kita amankan," jelasnya.

Mengurangi kejadian serupa, Kapolres Aceh Tengah telah mengkoordinasi kepada Polsek jajarannya untuk menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. 

"Kita telah berkoordinasi kepada kapolsek-kapolsek untuk menyebarkan himbauan kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati lagi atas rayuan-rayuan dan ajakan-ajakan yang tidak jelas," ujar.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.