19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dikukuhkan Jadi Ketua BM Subulussalam, Ini Target Ustaz Sabaruddin

...

  • SUDIRMAN
  • 13 November 2018 13:30 WIB

Ustaz Sabaruddin dikukuhkan jadi Ketua Baitul Mal Kota Subulussalam. Foto: Sudirman
Ustaz Sabaruddin dikukuhkan jadi Ketua Baitul Mal Kota Subulussalam. Foto: Sudirman

SUBULUSSALAM - Ustaz Sabaruddin S Pd I resmi menjabat sebagai Ketua Baitul Mal Kota Subulussalam periode 2018-2023 setelah dikukuhkan oleh Sekda H. Damhuri SP MM di gedung LPSE, Selasa, 13 November 2018.

Ustaz Sabaruddin dikukuhkan bersamaan sembilan anggota lainnya yang mengisi jabatan di tiga bagian di tubuh organisasi Baitul Mal seperti Salmiadi Sambo, MEI (kepala bagian pengumpulan), Rony Syahputra Berutu (seksi inventarisasi dan pendataan) dan Yusuf SHI (seksi pembukuan dan pelaporan).

Berikutnya Jamhuri SHI (kepala bagian pendistribusian dan pendayagunaan), Syahrul Kudadiri, S. PdI (seksi pendistribusian)  Dedek Fatimah S PdI (seksi pendayagunaan).

Selanjutnya Musriaparto S PdI MM (kepala bagian sosialisasi dan pengembangan)  dan Ahmadi, SHI (seksi sosialisasi) serta Suparman S IP (seksi pengembangan).

Usai dilantik, di hadapan Sekda Damhuri dan Asisten II Setda Subulussalam Lidin Padang, Ustaz Sabaruddin memaparkan target meningkatkan penerimaan zakat tahun depan melalui optimalisasi sosialisasi kepada keluarga mampu sebanyak 9.795 kepala keluarga (KK) agar menyalurkan zakat melalui Baitul Mal.

Ia menjelaskan berdasarkan data BPS Kota Subulussalam tahun 2012 jumlah KK 14.783 dengan rincian sebanyak 4.988 KK miskin dan 9.795 KK dari golongan keluarga mampu. Sehingga apabila keluarga mampu 9.795 menyalurkan zakat ke Baitul Mal maka dana yang terkumpul mencapai Rp. 12.660.037.500 per tahun. Angka tersebut jauh lebih besar dari target zakat 2018 sebanyak Rp 3,5 miliar.

"Jadi bila semua keluarga  mampu itu sadar zakat maka terkumpul dana zakat Rp12 miliar lebih per tahun, luar biasa," kata Ustaz Sabaruddin.

Menurutnya ada tiga faktor menyebab penerimaan zakat belum maksimal, pertama masyarakat kurang sadar zakat, kedua mereka sadar zakat namun menyalurkan tidak sesuai ketentuan, ketiga mereka mengeluarkan zakat tetapi tidak ke Baitul Mal, tapi disalurkan sendiri kepada masyarakat.

"Ini yang menjadi problem, makanya depan optimalisasi sosialisasi harus kita tingkatkan, untuk menyadarkan masyarakat membayar zakat," kata Ustaz Sabaruddin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.