27 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dilaporkan MaTA ke Kejati, Ini Tanggapan Kajari Pidie

...

  • ZAMAH SARI
  • 12 April 2018 18:05 WIB

Kajari Pidie, Efendi, S.H., M.H. @Zamah Sari
Kajari Pidie, Efendi, S.H., M.H. @Zamah Sari

SIGLI - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie, Efendi, S.H., M.H., mengatakan penghentian pengusutan kasus indikasi korupsi dana desa (DD) Gampong Jeuleupe tahun 2016-2017 sudah sesuai aturan. Efendi mengapresiasi Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) atas kepedulian dan pengawasan terhadap proses penegakan hukum, terutama terkait kasus korupsi.

Kajari Pidie menyampaikan itu kepada portalsatu.com, Kamis, 12 April 2018, menanggapi laporan MaTA kepada Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. “Kita sudah menjalankan proses penyelamatan uang negara dari mantan Keuchik Jeuleupe, M. Yahya. Uang desa sebesar Rp168 juta yang sempat digunakan untuk kepentingan pribadi sudah dikembalikan. Dalam kasus ini kita pedomani pada Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi,” ujar Efendi.

Efendi menjelaskan, pihaknya juga sudah mempertimbangkan jika kasus tersebut dilanjutkan membutuhkan biaya sesuai DIPA senilai Rp230 juta. Sementara penyewengan dana desa itu Rp168 juta dan uang yang sempat digunakan untuk usaha pribadi oknum keuchik pun sudah dikembalikan sehingga tidak ada kerugian negara lagi.

“Pertimbangan kami, jika kasus itu dilanjutkan butuh dana lebih besar untuk menuntaskan satu kasus. Selain itu, uang yang sudah dikembalikan itu terpaksa disita sebagai barang bukti pengusutan, sehingga akan terhentinya proses pembangunan dan realisasi dana desa terhadap kepentingan rakyat banyak,” ujar Efendi di ruang kerjanya.

Efendi mengaku siap menjelaskan kepada pihak manapun karena tindakan yang dilakukan sesuai aturan. Menurut Efendi, pengusutan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Setelah itu, kata Efendi, dilakukan penelusuran oleh tim Intelejen Kejari bekerja sama dengan Inspektorat Pidie selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) hingga berlanjut pada kesediaan mantan keuchik itu mengembalikan dana desa. Saat pengembalian dana itu, kata dia, ikut disaksikan pihak Inspektorat Kabupaten Pidie.

“Pemberantasan korupsi, tidak hanya dilakukan upaya penindakan saja, tetapi juga ada upaya pencegahan mesti dilakukan. Kita ambil kebijakan upaya pencegahan sehingga kasus ini proses penyelidikan dihentikan,” kata Efendi.  

Efendi menambahkan, upaya preventif dalam kasus ini untuk percepatan program nasional, salah satunya pembangunan desa yang sangat dibutuhkan masyarakat banyak. Upaya preventif yang dilaksanakan, kata dia, telah menyelamatkan serta memulihkan uang negara daripada penegakan hukum represif.

Kajari Pidie juga mengapresiasi MaTA yang melakukan pengawasan terkait proses kasus tindak pidana korupsi, termasuk terhadap aparatur hukum seperti Kejari selaku lembaga pemberantasan korupsi di Kabupaten Pidie. “Kita apresiasi atas masih berjalannya pengawasan terhadap lembaga hukum, seperti yang dilakukan LSM MaTA saat ini,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, MaTA melaporkan Kajari Pidie ke Asisten Pengawasan Kejati Aceh, Rabu, 11 April 2018. Pelaporan ini karena Kejari Pidie sudah menghentikan pengusutan kasus indikasi korupsi dana desa (DD) di Gampong Jeuleupe, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie tahun 2016-2017.

“Penghentian ini dilatarbelakangi karena oknum geuchik yang diduga terlibat telah mengembalikan kerugian negara,” kata Baihaqi, Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA dalam siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu sore.

Baihaqi menjelaskan, laporan MaTA melalui surat turut disampaikan ke Jaksa Agung Muda (Jamwas) Kejaksaan Agung RI di Jakarta. Dalam surat nomor 025/B/MaTA/IV/2018, MaTA meminta kepada Asisten Pengawasan Kejati Aceh untuk memeriksa Kepala Kejari Pidie. Pasalnya, kata Baihaqi, tindakan yang dilakukan oleh Kejari Pidie telah “menimbulkan keresahan di kalangan penegak hukum yang sedang mengusut kasus serupa”.(Baca: MaTA Laporkan Kajari Ini ke Asisten Pengawasan Kejati Aceh)[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.