19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Direktur YARA: Relokasi Tanah PT KAI Terkesan Intimidasi

...

  • DATUK HARIS MOLANA
  • 05 February 2016 20:15 WIB

Direktur YARA mendengarkan keluhan warga Keude Geudong yang terkena relokasi tanah PT KAI. @Datuk Haris Molana
Direktur YARA mendengarkan keluhan warga Keude Geudong yang terkena relokasi tanah PT KAI. @Datuk Haris Molana

LHOKSEUMAWE – Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, menilai adanya indikasi intimidasi dan penipuan yang dilakukan atas penertiban tanah milik PT. KAI, di kawasan Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

“Masyarakat keberatan atas relokasi tersebut. Alasan pihak PT. KAI untuk penertiban. Namun sebaliknya, mereka malah menyewakan tanah tersebut kepada pihak pengembang untuk dibangun ruko,” kata Safaruddin kepada sejumlah wartawan di Lhokseumawe, Jumat, 5 Februari 2016.

Safaruddin menilai model relokasi seperti ini terkesan adanya permainan pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan.

“Pemerintah Aceh Utara seharusnya duduk bersama masyarakat untuk mencari solusi atas permasalahan yang saat ini sedang berkembang,” katanya.

Dia berharap persoalan relokasi tanah PT KAI ini tidak merugikan satu pihak. “Kami berkomitmen untuk mengadvokasi dan menyampaikan permasalahan ini ke Komnas HAM, serta menyurati Bupati Aceh Utara,” katanya.

YARA juga menyesalkan pemberian kewenangan oleh PT KAI kepada pihak pengembang terhadap tanah tersebut. Pasalnya masyarakat dibuatkan shelter pada relokasi tahap awal. "Namun secara kasat mata dilihat tidak masuk akal jika masyarakat menempatinya. Shelter itu terlihat kecil dan sempit," ujarnya.

Dia menilai shelter yang dibangun tersebut merupakan sebuah intimidasi bagi masyarakat secara psikologis. "Ketika masyarakat melihatnya, pasti timbul rasa yang kurang nyaman,” ujarnya.

Dia mengatakan PT KAI merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah seharusnya mengedepankan kepentingan masyarakat. Menurutnya Komisi VI DPR RI harus mengetahui hal ini.

"Jangan ada persoalan di daerah, namun mereka tidak mengetahuinya. Kita tetap menyurati mereka untuk memanggil Direktur PT. KAI. Kami meminta kepada para pihak untuk menahan diri sejenak, kita cari solusi tepat terhadap permasalahan ini. Jika ini tetap digusur, maka nantinya dipastikan akan timbul konflik ke depan," katanya.[](bna)

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.