22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Dijemput Dengan Konvoi Pemuda
Disambut Bak Tuan Putri, Miftahul Jannah Keliling Kota Hingga Meneteskan Air Mata

...

  • PORTALSATU
  • 18 October 2018 10:30 WIB

Miftahul Jannah (baju merah pakai kalung bunga) melambaikan tangannya kepada warga kota Blangpidie, Abdya, 17 Oktober 2018. @portalsatu.com/Suprian)
Miftahul Jannah (baju merah pakai kalung bunga) melambaikan tangannya kepada warga kota Blangpidie, Abdya, 17 Oktober 2018. @portalsatu.com/Suprian)

BLANGPIDIE - Kaum muda Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan konvoi saat menjemput atlet blind judo, Miftahul Jannah, di perbatasan Nagan Raya, Rabu 17 Oktober 2018, sore. Miftahul Jannah dibawa keliling kota Blangpidie dan meneteskan air mata saat ia di-peusijuek di rumahnya, Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Abdya.

Miftahul Jannah menjadi viral setelah didiskualifikasi lantaran menolak melepaskan hijab saat pertandingan cabang olahraga judo di Asian Para Games 2018.

Amatan portalsatu.com, para pemuda tergabung dalam komunitas motor, RAPI, Tagana, Pemkab Abdya diwakili Dinas Pendidikan dan Kabudayaan, serta Satpol PP, menjemput kepulangan Miftah Jannah di perbatasan Abdya-Nagan Raya, tepatnya di Jembatan Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur.

Ratusan pemuda Abdya memarkirkan kendaraan roda dua dan empat di pinggir jalan nasional tersebut menunggu kedatangan Miftahul Jannah. Saat pejudo Indonesia tersebut tiba di Jembatan Krueng Seumayam, rombongan konvoi  menyambutnya bak putri raja. Setelah memasang kalung bunga, Miftahul Jannah dipersilakan naik mobil patroli milik Satuan Sabhara Polres Abdya.

Miftahul Jannah diminta naik ke mobil bak terbuka tersebut supaya warga yang bermukim di sejumlah kecamatan, terutama masyarakat yang menanti kepulangan atlet judo itu, bisa menyaksikannya di sepanjang jalan.

Di atas mobil patroli tersebut, Miftahul Jannah ditemani sejumlah polisi wanita (polwan) Polres Abdya. Miftahul Jannah terlihat melambaikan tangannya kepada warga yang menyaksikan kepulangannya di pinggir jalan raya.    

Konvoi para pemuda di jalan raya terus melaju beriring-iringan dengan mobil ditumpangi Miftahul Jannah. Satu persatu kecamatan mereka lewati mulai dari Babahrot, Kuala Batee, Jumpa hingga memasuki persimpangan Cot Mane.

Dari Cot Mane rombongan konvoi menuju kota Blangpidie, dan mengelilingi Ibu Kota Abdya itu. Setelah menyusuri Jalan Irian berbelok ke arah Jalan Kesehatan menuju Simpang Cerana Lapangan Persada.  

Rombongan konvoi kemudian menuju Kecamatan Susoh untuk mengantarkan Miftahul Jannah ke rumahnya di Dusun Cemara Indah, Desa Padang Baru, tepatnya di kompleks basecamp berdekatan dengan Kantor Dinas Syariat Islam Abdya.

Masyarakat Kecamatan Susoh tampak memadati jalan di kompleks rumah Miftahul Jannah. Warga dari berbagai desa datang berbondong-bondong khusus menunggu pulangnya atlet judo yang telah lama berada di pulau Jawa.

Air mata terlihat membasahi wajah Miftahul Jannah yang merasa haru ketika ia di-peusijuek. Para kerabat dekat, famili dan tokoh masyarakat desa itu pun meneteskan air mata bahagia.

Begitu juga Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Jauhari, S.Pd., bersama Kepala Baitul Mal, Wahyudi Satria, yang ikut mem-peusijuek Miftahul Jannah.  

“Alhamdulillah, Miftah sudah tiba di rumahnya. Insya Allah, besok pagi (Kamis, hari ini), Miftahul Jannah dilakukan penyambutan secara resmi di Kantor Bupati Abdya,” kata Wahyudi Satria.[](Suprian)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.