25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ditanya Warga Soal Air Bersih dan Sampah, Ini Jawaban Wali Kota

...

  • PORTALSATU
  • 13 November 2017 15:50 WIB

@Humas Setda Banda Aceh
@Humas Setda Banda Aceh

BANDA ACEH – Salah seorang warga Kampung Pineung, Muslizar menanyakan kepada Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman tentang isu kenaikan tarif air bersih. Aminullah menjawab bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dan DPRK bersama PDAM akan melakukan pembahasan kembali.

“Memang sudah sembilan tahun tarif air tidak pernah ada kenaikan. Tapi kita akan bahas lagi apakah tarif yang sekarang sudah sesuai atau perlu dilakukan penyesuaian kembali. Untuk menghadirkan layanan air bersih yang baik memang dibutuhkan investasi,” ujar Aminullah.

Selain pertanyaan Muslizar itu, Aminullah dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin menjawab sejumlah keluhan warga lainnya melalui telepon pada acara “Walikota Menjawab’, di pendopo wali kota setempat, Senin, 13 November 2017.

Persoalan air bersih dan penanganan sampah di Banda Aceh menjadi dua topik yang dibahas pada program "Walikota Menjawab" edisi November ini. Warga menanyakan langsung persoalan air bersih dan sampah melalui nomor (0651) 6300341, dan juga bisa mengirim SMS ke nomor 08116888945.

Menurut Aminullah, apapun kebijakan nantinya yang diambil pada dasarnya Pemkot Banda Aceh akan melihat keseimbangan dan tidak akan memberatkan warga kota. “Tidak ada niat kita untuk memberatkan warga, akan kita bahas kembali termasuk dengan Forkopimda,” katanya.

Terkait penanganan sampah, Aminullah menyampaikan Pemkot memiliki komitmen yang kuat dalam menghadirkan Banda Aceh yang bersih dan sehat. Dia mengatakan, sudah ada program penanganan jangka pendek yang dilakukan untuk menangani persoalan samapah, seperti program patrol sampah, polisi sampah dan call center untuk menerima laporan langsung dari warga. 

Wakil Wali Kota Zainal menambahkan, Pemkot sudah mencoba membangun kerja sama dengan pihak Norwegia terkait pengolahan sampah yang kemudian bisa menghasilkan listrik hingga 10 MW. “Kita sudah pelajari MoU-nya, pihak Norwegia meminta kita menyediakan sampah sebanyak 500 ton sehari. Sampah itu nantinya diolah sedemian rupa dan dapat menghasilkan listrik 10 MW. Saya pikir ini sangat menguntungkan kita dimana persoalan sampah akan teratasi sekaligus persoalan kekurangan daya listrik yang selama ini dirasakan warga kota,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, wali kota juga menghadirkan Dirut PDAM Tirta Daroy T. Novrizal Aiyub dan Sekretaris DLHKKK Mirzayanto. Mereka ikut memberikan jawaban teknis dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

 Turut hadir Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Saladin, Ketua DPRK Arif Fadillah dan anggota DPRK Banda Aceh, Kajari Banda Aceh Erwin Desman, unsur Kodim 0101/BS serta para Kepala SKPK Banda Aceh.[] (rel)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.