30 May 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dokter Diana Dewi: Hasil Rapid Tes Tidak Bisa Jadi Patokan

...

  • SUDIRMAN
  • 03 April 2020 22:25 WIB

Jubir Satgas Covid-19 RSUD Kota Subulussalam, dr. Diana Dewi. Foto: Sudirman
Jubir Satgas Covid-19 RSUD Kota Subulussalam, dr. Diana Dewi. Foto: Sudirman

SUBULUSSALAM - Rapid tes bukan menjadi patokan dalam menentukan pasien positif atau negatif terinfeksi virus corona SARS CoV-2. Rapid tes hanya memeriksa antibodi pasien.

"Yang jelasnya hasil rapid tes tidak bisa jadi patokan dalam menegakkan diagnosa covid positif. Rapid tes hanya memeriksa antibodi pasien," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 RSUD Kota Subulussalam, dr. Diana Dewi kepada portalsatu.com, Jumat, 3 April 2020.

Diana Dewi menjelaskan, kenapa hasil rapid tes tidak bisa menjadi patokan, karena hasilnya tidak akurat. Misalnya, seseorang antibodi belum terbentuk, pada saat menjalani rapid tes bisa negatif, walaupun pasien tersebut sebenarnya telah terinfeksi virus.

Humas Satgas RDUD Kota Subulussalam itu menjelaskan, sebaliknya bisa juga ketika pasien diperiksa rapid tes hasilnya positif. Padahal kumanya tidak ada lagi dalam tubuh pasien sehingga tidak menular ke orang lain.

"Jadi sebenarnya bisa dibilang keakuratannya aja yang gak bisa dipakai untuk mendiagnosa positif atau negatif," ungkap Diana Dewi.

Penjelasan ini disampaikan Humas Satgas RSUD Kota Subulussalam terkait hasil rapid tes seorang PDP (65) berjenis kelamin laki-laki dinyatakan positif hasil rapid tes, sehingga pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta itu, dirujuk ke RSUDZA untuk tes spesimen swab.

Sejauh ini Diana Dewi mengaku belum bisa memastikan tingkat persentase akurasi rapid test tersebut karena belum membaca jurnal resmi soal berapa keakuratan rapid tes. Hal ini sekaligus klarifikasi Diana Dewi sebelumnya menyebutkan akurasi hasil rapid tes berkisar 20-25 persen.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution juga mengatakan mengatakan hal senada, meski hasil rapid tes seorang PDP positif, namun belum tentu Covid-19.

Oleh karena itu, untuk memastikan PDP tersebut benar atau tidaknya terinfeksi virus corona SARS CoV-2, pihak RSUD Kota Subulussalam telah merujuk PDP tersebut ke Banda Aceh, untuk menjalani pemeriksaan melalui spesimen swab, selanjutnya dikirim ke Balitbang Kemenkes di Jakarta.

Sementara Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza mengimbau masyarakat jangan panik, namun tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan, menjaga physical distancing guna mencegah penyebaran Covid-19 di Bumi Sada Kata.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.