01 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Kali Penunjukan Plt. Sekda, Cek Mad: Bupati Aceh Utara tidak Ada Plan C

...

  • PORTALSATU
  • 15 August 2020 01:00 WIB

 Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menyampaikan pidato usai DPRK mengambil keputusan menyetujui Rancangan Qanun tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK 2019 dalam rapat paripurna di gedung dewan, Jumat, 14 Agustus 2020, sore. Foto: portalsatu.c
Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menyampaikan pidato usai DPRK mengambil keputusan menyetujui Rancangan Qanun tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK 2019 dalam rapat paripurna di gedung dewan, Jumat, 14 Agustus 2020, sore. Foto: portalsatu.c

LHOKSEUMAWE – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib alias Cek Mad, menyatakan ia sudah dua kali menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) dengan dalih ingin melihat kinerja dua pejabat eselon II itu. Cek Mad akan memilih salah satunya untuk menjadi Sekda definitif.

Pernyataan itu disampaikan Cek Mad menjawab portalsatu.com setelah Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, menskors Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Gabungan Komisi dan Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi, serta Pengambilan Keputusan Terhadap Rancangan Qanun Aceh Utara tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2019, di gedung dewan setempat, Jumat, 14 Agustus 2020, sore. Rapat paripurna diskor 20 menit untuk salat Asar, usai anggota dewan Muhammad Wali membacakan Laporan Gabungan Komisi.

Catatan portalsatu.com, mulanya Bupati Aceh Utara menunjuk Asisten II Sekda, Ir. Risawan Bentara, M.T., sebagai Plt. Sekda lantaran Abdul Aziz yang menjabat sebagai Sekda sudah memasuki batas usia pensiun pada 30 Juni 2020. Bupati kemudian menunjuk Kepala Bappeda, Dr. Murtala, M.Si., sebagai Plt. Sekda, sejak 10 Agustus 2020.

Ditanya apa pertimbangannya mengganti Plt. Sekda, dari Risawan kepada Murtala, Cek Mad mengatakan, “Kita lihat kinerja Risawan bagaimana, kinerja Murtala bagaimana. Karena saya tidak ada plan C. Saya plan A, B, tidak ada C bagi saya. A, B, mana yang terbaik nanti kita lihat”.

Lantas, berapa lama Murtala diberi kesempatan menjadi Plt. Sekda, apakah sama seperti Risawan? “Ya, kita lihat, mungkin dua bulanlah,” ucap Cek Mad.

Setelah itu, kata Cek Mad, ia akan memutuskan siapa yang terbaik kinerjanya antara Risawan dan Murtala untuk dipilih salah satu sebagai calon Sekda. Meski demikian, Bupati tetap akan mengusulkan tiga nama calon Sekda Aceh Utara kepada Gubernur Aceh. “Memang kita usulkan (nanti) tiga,” ujarnya.

Dia menegaskan tidak akan mengangkat kepala dinas/SKPK yang belum pernah menjabat Asisten Sekda sebagai Sekda definitif. “Seorang Sekda itu diatur oleh undang-undang, pernah menduduki asisten dan pernah menduduki kepala dinas,” kata Cek Mad.

Cek Mad kemudian menyampaikan hal itu dalam rapat paripurna DPRK. Mengawali pidatonya setelah DPRK mengambil keputusan menyetujui Rancangan Qanun Aceh Utara tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2019, Bupati langsung menanggapi pendapat Fraksi PANAS soal Sekda.

Baca: Fraksi PANAS Ultimatum Pemkab Aceh Utara Perbaiki Kinerja, Singgung Dua Kali Penunjukan Plt. Sekda

“(Calon) Sekda itu tiga (nama akan) kita usulkan. Tapi saya sebagai Bupati tidak ada plan C. Yang saya lakukan adalah plan A dan B. Jadi, kenapa kemarin kita tunjuk Plt. (Sekda), yang pertama (Risawan) kita lihat, dan yang kedua (Murtala) kita lihat juga. Di antara dua itu yang mana yang akan jadi Sekda, terserah sama Allah SWT. Tidak ada lagi (penunjukan) Pelaksana Tugas (Sekda) ke depan,” kata Cek Mad di hadapan pimpinan dan anggota DPRK Aceh Utara.

“Ini yang saya perlu luruskan untuk menjawab yang tadi (pendapat Fraksi PANAS). Bupati Aceh Utara plan A dan B, tidak ada C. Jangan harap ada plan C, tidak ada Plt. Sekda yang ketiga atau keempat. Kalau ada plan C, nanti akan ada plan F. Yang penting saya ingin melihat apakah Sekda yang akan saya angkat nanti, sinergi tidak bekerja sama dengan dewan, karena dua tahun lagi saya menjabat, dua kali lagi membahas anggaran,” tutur Cek Mad.

“Dan saya ingatkan di sini. Seorang Sekda itu sudah lama saya siapkan. Saya buka kartu. Regulasi (tentang) Sekda itu harus menjabat kepala dinas dan asisten. Kalau itu tidak ada silakan keluar. Siapa yang pernah menjabat asisten dan kepala dinas, dia yang akan jadi Sekda. Kalau yang lain tunggu dulu, bergilir dulu,” pungkas Bupati Aceh Utara.[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.