24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Terpidana Jarimah Zina Dicambuk di Lhokseumawe

...

  • Fazil
  • 12 December 2018 21:30 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe kembali melaksanakan eksekusi hukuman cambuk terhadap dua terpidana yang melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Kedua terpidana jarimah zina dengan anak itu menjalani eksekusi cambuk di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Rabu, 12 Desember 2018, sore.

Kedua terpidana tersebut, Dahri, warga Kecamatan Muara Dua, dan Usman Huller, warga Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, masing-masing dicambuk sebanyak 100 kali.

Pantauan portalsatu.com, pertama JPU memanggil terpidana Dahri untuk naik ke panggung guna dieksekusi cambuk. Saat algojo mencambukkan rotan ke punggung Dahri sampai hitungan kelima, terpidana itu meringis dan mengangkat kedua tangannya. Dahri kemudian dilarikan ke dalam mobil ambulans karena mengeluh sakit di bagian punggung dan merasa kram paha kiri. Setelah mendapatkan perawatan dari pihak medis, terpidana itu kembali menjalani hukuman cambuk sampai 100 kali.

Di sela-sela Dahri dirawat di dalam mobil ambulans, JPU memanggil terpidana Usman Huller ke panggung dan dicambuk oleh algojo dengan cambukan sebanyak 100 kali tanpa jeda.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Lhokseumawe, Isnawati, S.H., mengatakan, keduanya melakukan jarimah zina dengan anak, melanggar pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan hukuman uqubat hudud cambuk sebanyak 100 kali. Terpidana Dahri ditambah uqubat ta'zir selama 42 bulan penjara dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani saat ia berstatus terdakwa, dengan perintah agar tetap ditahan. "Ini merupakan kasus yang terjadi pada Juli 2018," ujar Isnawati kepada para wartawan usai eksekusi cambuk tersebut.

"Sedangkan satunya lagi terhukum (Usman) melakukan jarimah zina dengan anak, dieksekusi cambuk sebanyak 100 kali dan menjatuhkan uqubat tambahan terhadap terpidana dengan uqubat ta'zir penjara selama 60 bulan, dan dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani. Itu kasus terjadi pada Agustus 2016," kata Isnawati.

Isnawati menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter bahwa terpidana Dahri dalam kondisi sehat untuk menjalani eksekusi cambuk. Dia hanya mengalami kram di bagian paha ketika dicambuk pada hitungan kelima. Melihat kondisi seperti itu, maka pihaknya meminta terhukum untuk berjongkok agar eksekusi cambuk dapat dilanjutkan kembali.

"Setelah kita koordinasi dengan dokter, terhukum masih bisa untuk melanjutkan eksekusi cambuk, sehingga proses eksekusi itu berjalan sampai selesai," ujar Isnawati.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.