29 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Warga Aceh Ditangkap di Surabaya Terkait Sabu

...

  • DETIK
  • 12 August 2017 09:00 WIB

Petugas BNNP menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka (Foto: Marwah Zada Rahmatina)
Petugas BNNP menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka (Foto: Marwah Zada Rahmatina)

SURABAYA - Tiga pengedar narkoba diamankan Badan Narkotika Nasional Propvinsi (BNNP) Jawa Timur. Satu dari mereka ditembak mati karena melawan saat berusaha kabur.

Mereka adalah Irwandi (29), warga Tanah Jambo, Aceh Utara; Abdul Munir (43), warga Ulee Titi, Seunuddon, Aceh Utara; dan Dwi Boedy Santoso (50), warga Sidoklumpuk, Sidoarjo.

"Kasus ini berawal dari tersangka Irwandi dan Munir yang berniat mengirim sabu ke Surabaya. Dari Aceh, mereka menuju Medan melalui jalan darat," ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra kepada wartawan, Jumat (11/8/2017).

Dari Medan lah kemudian mereka menuju Surabaya melalui jalur udara. Mereka naik pesawat melalui Bandara Kuala Namu. Sabu itu mereka masukkan ke sol sepatu. Berhasil, sabu itu lolos dari pengawasan mesin x-ray dan petugas.

Setiba di bandara Juanda, mereka memang lolos dari pemeriksaan. Akan tetapi, gerak gerik mereka mencurigakan yang membuat petugas membuntuti mereka hingga tempat mereka menginap di Hotel Oval. Di hotel itulah petugas menangkap mereka.

Petugas menemukan empat bungkus sabu yang dimasukkan ke sol sepatu. Sabu itu mempunyai berat bruto 1 kg. Kepada petugas, kedua tersangka mengatakan bahwa serbuk kristal itu akan ada yang mengambil.

"Dari keteranga kedua tersangka, kami memancing tersangka Boedy," kata Wisnu.

Boedy pun akhirnya tertangkap. Boedy lalu dikeler ke rumahnya. Di rumah Boedy, petugas menemukan satu bungkus sabu seberat 425 gram. Boedy kemudian dipaksa menunjukkan save house-nya.

Saat dikeler menuju save house, Boedy melawan. Dia berusaha kabur sambil merebut senjata petugas. Petugas pun bertindak cepat dengan menembak Boedy. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa Boedy tak tertolong.

"Kalau dilihat dari teksturnya, sabu ini sepertinya berasal dari China," tandas Wisnu.[] Sumber: detik.com

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.