13 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Warga Simeulue Positif Covid-19, Satu Pasien Bebas Corona

...

  • portalsatu.com
  • 06 May 2020 23:10 WIB

Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Humas Setda Aceh
Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Humas Setda Aceh

BANDA ACEH - Dua warga Simeulue beriinisial AS (20) dan SB (42) terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya memiliki riwayat berada di daerah penularan virus corona di Pulau Jawa. Sedangkan seorang pasien Covid-19 rujukan dari Pidie telah terbebaskan dari Covid-19. 

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), Rabu, 6 Mei 2020. Namun, SAG mengaku tidak memiliki data kasus baru positif Covid dari kepulauan seribu itu. Karena itu harus berkoordinasi dengan koleganya, Juru Bicara Covid-19 Pemkab Simeulue, Ali Muhayatsah, SH, dan Kepala Dinas Kesehatan Simeulue Asluddin, SKM., M.Kes. 

Menurut informasi dari dua sumber tersebut, kata SAG, AS merupakan salah satu santri asal Aceh yang sedang belajar di pondok pesantren (ponpes) di  Magetan, Jawa Timur, dan pulang kampung. Ia pulang ke Simeulue bersama lima santri lainnya melalui jalur laut dan udara. 

Tiga orang di antaranya berlabuh di Pelabuhan Laut Sinabang/Pelabuhan Cargo, 25 April 2020. Setiba di sana mereka dibawa ke RSUD Simeulue untuk pemeriksaan virus corona dengan rapid test. Hasilnya, dua orang menunjukkan reaktif rapid, namun ketiganya dikarantina di RSUD Simeulue. 

Pada hari itu juga, 25 April 2020, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Simeulue menjemput tiga teman mereka dari ponpes di Jawa Timur juga, dan tiba di Simeulue dua hari sebelumnya, melalui Bandara Lasikin. 

Mereka juga menjalani rapid test, termasuk enam anggota keluarga mereka. Hasil rapid menunjukkan dua orang reaktif dan tujuh orang nonreaktif. Seperti tiga temannya, ketiga santri ini pun diisolasi di RSUD Simeulue. 

Selanjutnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Simeulue mengambil cairan tenggorokan dan cairan hidung santri yang hasil rapid test-nya reaktif, 3 Mei 2020. Selain swab tiga santri, juga diambil swab seorang keluarga dari santri itu meski hasil rapid test sebelumnya negatif, karena negatifnya cenderung ke positif. 

Semua sampel swab itu dikirim ke Balai Litbangkes Aceh di Lambaro, Aceh Besar, dan dianalisa dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaktion (PCR). Hasilnya diperoleh Selasa, 5 Mei 2020, malam, dan satu orang konfirmasi positif Covid-19, tiga lainnya negatif.

“Kini AS dalam perawatan di RSUD Simeulue. Kondisi klinisnya relatif baik. Insya Allah, ia juga segera sembuh kembali,” kata SAG. 

Sementara SB, menurut informasi diterima SAG, memiliki riwayat perjalanan ke daerah penularan virus corona, yakni Jawa Barat. Ia kembali ke Simeulue pada 17 April dan langsung menjalani isolasi mandiri atas kesadarannya sendiri. 

Pada 30 April 2020, SB memeriksa diri dengan rapid test di RSUD Simeulue dan menunjukkan reaktif. Esoknya, istri berserta empat anaknya juga menjalani rapid test tapi tidak reaktif. 

Selanjutnya, pada 3 Mei 2020, cairan tenggorokan dan cairan hidung SB diambil oleh tim medis RSU dan dikirim ke Balai Litbangkes Aceh di Lambaro, Aceh Besar. Sementara menunggu hasil analisa swab-nya, SB dirawat di RSU Simeulue hingga hasil analisa RT-PCR-nya ke luar dan SB konfirmasi positif Covid-19 per 5 Mei 2020. 

Kasus sembuh 

Sementara itu, lanjut SAG, berdasarkan informasi tim medis di Ruang Isolasi Pinere, RSUZA Banda Aceh, seorang pasien Covid-19 dinyatakan bebas virus corona hari ini, 6 Mei 2020. 

Pasien berinisial AI, laki-laki 54 tahun, yang baru datang dari Medan itu, sebelumnya dirujuk RSUD Tgk. Chik Ditiro, Pidie, ke RSUZA awal April 2020, karena gejala demam dan batuk. Saat itu hasil rapid test-nya juga reaktif. 

Hasil analisis swab pertama dan swab kedua di RSUZA menegaskan warga Sumatera Utara itu positif Covid-19. Namun, setelah hampir satu bulan dalam penanganan tim medis Covid-19 RSUZA, ia dudah bebas dari virus corona.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil uji swab berturut-turut dua kali terakhir, dan hasilnya negatif. Ia sudah meninggalkan RSUZA Banda Aceh, dijemput Tim Gugus Covid-19 Pidie bersama keluarganya, usai Magrib, Rabu, 6 Mei 2020, jelas SAG. 

SAG juga menjelaskan, dengan penambahan dua kasus baru dari Simeulue, jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh menjadi 17 orang, per 6 Mei 2020, pukul 15.00 WIB. Rinciannya, 7 orang dalam perawatan, 9 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. “Kasus meninggal ini terjadi pada Maret 2020. Kasus lama,” jelas SAG. 

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.920 orang. Ada penambahan 1 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Sedang dalam pemantauan sebanyak 125 orang dan sudah selesai pemantauan sebanyak 1.795 orang. 

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) tetap seperti kemarin, 89 orang. Rinciannya, dalam perawatan rumah sakit 1 orang, sembuh 87 orang dan meninggal 1 orang, urai SAG. 

SAG mengimbau kepada semua santri yang pulang dari di Magetan, Jawa Timur, segera melapor kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota untuk diperiksa. Apabila terbukti terinfeksi dengan virus corona segera ditangani sesuai protokol kesehatan Covid-19. 

“Tokoh masyarakat dan warga desa seyogianya proaktif memotivasi santri-santri dari klaster Temboro (Magetan, Jatim), bila ada di gampong-nya. Hal ini demi kemaslahatan santri itu sendiri dan warga masyarakat lainnya,” pungkas SAG.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.