31 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dugaan Pungli Dana BOS di Kankemenag Pidie, Kejati: Kasus Itu belum Selesai, Bahkan...

...

  • PORTALSATU
  • 18 August 2020 17:30 WIB

Munawal Hadi, Kasipenkum Kejati Aceh. Foto: dok portalsatu.com
Munawal Hadi, Kasipenkum Kejati Aceh. Foto: dok portalsatu.com

BANDA ACEH – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menjawab tanda tanya publik terkait penanganan dugaan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) seluruh madrasah di Kabupaten Pidie tahun 2019, oleh oknum pejabat Kankemenag setempat.

Jawaban disampaikan Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi, S.H., kepada portalsatu.com, Selasa 18 Agustus 2020, setelah meminta diberikan waktu beberapa hari untuk menggali informasi lebih dalam dan akurat terkait penanganan kasus ini.

Pasalnya, sebelumnya mantan Kankemenag Pidie, Haji Fadhli, menyampaikan, dugaan pungli BOS madrasah di Kankemenag yang pernah dipimpinnya itu, tidak benar dan sudah selesai. Menurut Fadhli, tim kejaksaan yakni Kejari Pidie dan Kejati Aceh juga sudah turun.

“Saya sudah mendapat informasi soal ini. Bahkan ini sudah dilaporkan hingga ke Kapolri dan Kejaksaan Agung. Tim dari Kejari Pidie dan Kejati Aceh sudah turun memeriksa, pungli ini tidak benar. Ini semuanya sudah selesai, tim kejaksaan juga sudah turun,” begitu kata Fadhli pada portalsatu.com, beberapa waktu lalu sembari menyebut nama salah seorang penyidik di Kejati Aceh yang menurut Fadhli telah turun menyelidikinya.

BACA: ada-dugaan-pungli-dana-bos-madrasah-di-kemenag-pidie-jumlahnya-miliaran-rupiah

“Benar ada tim kami yang sudah turun untuk dugaan pungli di Kankemenag Pidie ini. Benar juga nama tim kami yang turun seperti disampaikan mantan Kankemenag Pidie. Tapi kasus ini belum selesai. Bukan berarti kalau ada tim Kejati yang turun ke daerah mengumpulkan alat bukti pada sebuah dugaan kasus, lalu kasus itu telah selesai,” jawab Kasipenkum Munawal Hadi.

Bahkan, katanya, dugaan pungli di Kankemenag Pidie ini dalam waktu dekat akan dibawa dalam ekspos (bedah/rapat) kasus bersama Asintel untuk diterbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlid). Sebelumnya, untuk kasus ini baru sebatas adanya surat tugas pengumpulan alat bukti. “Surat tugas hanya beranggotakan tim kecil, bisa dua orang bahkan satu orang,” jelasnya.

Sedangkan untuk penyelidikan, ada tim khusus yang jumlah penyidiknya beberapa orang dan ada pimpinan (ketua) tim. “Dalam waktu dekat ini akan kami ekspos bersama pak Asintel kita yang baru sakarang. Kalau nanti dari alat bukti yang ada, sudah layak diterbitkan sprinlid, langsung dikeluarkan dan menunjuk siapa tim yang akan menangani. Intinya, penanganan dugaan pungli di Kankemenag Pide ini belum selesai, masih berjalan, ” tegas Munawal Hadi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie, Effendi, S.H, M.H, menyatakan siap mensupport data untuk tim Kejati Aceh terkait penanganan kasus dugaan pungli di Kankemenag pada wilayah hukumnya itu. “Kejati dan Kejari tetap berkoordinasi dalam penanganan kasus di daerah. Kami siap support data,” demikian kata Effendi beberapa waktu lalu.

BACA: alfian-mata-motif-dan-aliran-pungli-dana-bos-di-kemenag-pidie-harus-diusut-tuntas

Sebelumnya diberitakan, oknum pejabat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pidie diduga memungut liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019 dari seluruh madrasah di kabupaten setempat. Besaran pungli bervariasi sesuai jumlah BOS diterima masing-masing madrasah, bahkan ada yang mencapai Rp71 juta per madrasah.

Data diperoleh portalsatu.com, Kabupaten Pidie memiliki 78 madrasah (MIN, MTsN/S, MAN dan MAS). Dari jumlah tersebut, hanya 66 madrasah yang rincian setorannya tercatat. Terkumpul dana pungli dari 66 madrasah ini senilai Rp1,619 milar dari Rp19,478 miliar keseluruhan dana BOS diterima.

Beberapa kepala madrasah mengakui diminta menyetor sejumlah uang BOS dalam rapat di Aula Kemenag Pidie pada 22 Mei 2019 yang dihadiri seluruh kepala madrasah setempat. Rapat bertepatan 17 Ramadhan 1440 H itu, dipimpin langsung Haji Fadhli, S.Ag yang saat itu menjabat Kepala Kankemenag Pidie. Hadir juga Kasubag TU Kemenag Pidie Imran, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Hj. Saudah Pakeh dan seorang Staff Penmad, Irawati.[](min)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.