22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dukungan Untuk Mursidah, Ormawa FH Unimal Serahkan Ratusan KTP ke PN Lhokseumawe

...

  • Fazil
  • 04 November 2019 16:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Sejumlah organisasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Ormawa FH Unimal) menyerahkan ratusan lembar foto kopi KTP milik mahasiswa dan masyarakat ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Senin, 4 November 2019.

Penyerahan KTP itu dilakukan sebagai bukti dukungan mereka yang meminta agar Mursyidah divonis bebas pada Selasa, 5 November 2019, dalam sidang di PN Lhokseumawe.

Para mahasiswa terdiri dari DPM Fakultas Hukum, BEM, FKPH, LDF Fukultas Hukum, HIMAPID, HIMATN,dan HIMAPER, diterima Ketua Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Teuku Syarafi, S.H., M.H., didampingi Humas PN, Jamaluddin, S.H.

Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal, Muhammad Fadli, mengatakan, pihaknya melakukan pengumpulan KTP mahasiswa dan masyarakat yang mendukung untuk diberikan vonis bebas kepada Mursidah oleh majelis hakim PN Lhokseumawe. 

"Alhamdulillah masyarakat sangat respek dan peduli terhadap kasus itu, sehingga KTP yang terkumpul sekitar 350 lembar, setelah difoto kopi lalu kita antarkan ke Pengadilan Lhokseumawe," kata Fadli.

Fadli melanjutkan, "Sebetulnya masih banyak KTP yang terkumpul, tetapi sebagai simbolis kami hanya memfoto kopi sebanyak 350 lembar. Ini menjadi kekuatan baru untuk kita dalam mengadvokasi kasus ketimpangan proses hukum yang diterima Kak Mursidah, dan semoga menjadi pertimbangan tambahan untuk majelis hakim dalam mengambil putusan" 

Menurut Fadli, KTP yang terkumpul itu milik mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, aktivis, LSM, pejabat negara, dan masyarakat umum. Untuk itu, pihaknya besok (Selasa) saat agenda sidang putusan hakim, juga akan melakukan aksi damai menjemput keadilan bagi Mursidah di PN Lhokseumawe.

"Kami berharap majelis hakim agar melihat kasus ini dengan objektif, profesional, dan penuh integritas. Karena pada dasarnya prinsip hukum itu ada tiga, yaitu kepastian, keadilan, dan kemanfaatan," ujar Fadli.

Fadli menambahkan, mahasiswa berharap keadilan untuk Mursidah dengan divonis bebas oleh majelis hakim. "Untuk memberikan keadilan kepada masyarakat kecil khususnya di Lhokseumawe," pungkasnya.

Seperti diketahui, Mursidah, warga miskin di Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, didakwa melakukan perusakan di sebuah pangkalan elpiji 3 kg pada pengujung tahun 2018 lalu. Dalam perkara itu, Mursidah dituntut 10 bulan pidana penjara dan akan menjalani sidang pembacaan putusan/vonis hakim di PN Lhokseumawe yang dijadwalkan digelar pada Selasa, 5 November 2019/besok. 

Perkara itu dilatarbelakangi aksi Mursidah membongkar dugaan penimbunan elpiji 3 kg di sebuah pangkalan gas di Lhokseumawe.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.