26 April 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Elemen Sipil Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Perambahan Rawa Singkil

...

  • PORTALSATU
  • 19 November 2016 13:00 WIB

@Istimewa
@Istimewa

TAPAKTUAN - Elemen sipil di Provinsi Aceh mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus perambahan hutan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan sejumlah elemen sipil dalam pertemuan dengan Wakil Kepala Polres Aceh Selatan Kompol Sabri di mapolres setempat, Jumat, 18 November 2016.

"Kami mendesak dan mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus perambahan kawasan hutan di Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang dilaporkan beberapa waktu lalu," kata T. M Zulfikar, perwakilan elemen sipil Aceh dalam pertemuan itu, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 19 November 2016.

Selain mantan Direktur Eksekutif Walhi Aceh itu, pertemuan juga dihadiri Sekretaris Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Badrul Irfan, Efendi dari Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh (JKMA), dan lainnya.

Sebelumnya, tim gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan "operasi tangkap tangan" pelaku perambahan hutan di Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga mengamankan satu alat berat jenis excavator atau sering disebut beko yang digunakan menggali saluran air di kawasan dilindungi tersebut. Kasus ini diserahkan kepada Polres Aceh Selatan.

T. M. Zulfikar mengatakan, elemen sipil mengawal penuntasan kasus dugaan kejahatan lingkungan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya mendukung dan mendorong kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut. "Kasus ini sudah menjadi perhatian publik. Tidak hanya masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya, tetapi juga masyarakat internasional. Karena itu, kepolisian diharapkan terbuka dalam menangani kasus tersebut," katanya.

Efendi dari JKMA mempertanyakan informasi "hilangnya" alat berat yang menjadi barang bukti kasus perambahan hutan di kawasan Suaka Marga Satwa Rawa Singkil. "Kami mendapat informasi barang bukti berupa beko atau alat berat kasus ini tidak ada lagi di tempat. Apakah ini benar? Kalau ini benar, mengapa bisa terjadi," ujar dia.

Wakapolres Aceh Selatan Kompol Sabri memberi apresiasi kepada elemen sipil masyarakat Aceh yang mendukung dan mendorong kepolisian menuntaskan kasus dugaan perambahan hutan di Suaka Marga Satwa Rawa Singkil.

"Kami terbuka dalam menangani kasus ini. Kasus ini ditangani Unit II Tindak Pidana Tertentu. Dan kami tentu akan menuntaskan setiap kasus yang kami tangani," kata Kompol Sabri, dikutip dari siaran pers itu.

Kepala Unit II Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Aceh Selatan Ipda Adrianus mengatakan, kasus dugaan perambahan hutan di Suaka Marga Satwa Rawa Singkil tersebut merupakan laporan dari BKSDA dan bukan temuan kepolisian. "Kasus ini kami terima BKSDA. Dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Beberapa saksi sudah kami terima. Namun, kepolisian belum menetapkan tersangka perambahan hutan di Suaka Marga Satwa Rawa Singkil," ujarnya.

Menurut dia, pengusutan lebih lanjut perkara perambahan hutan tersebut terkendala dengan pemeriksaan beberapa saksi ahli. Beberapa saksi ahli sudah dipanggil, tapi belum bisa memenuhi panggilan karena kesibukan mereka. Menyangkut informasi "hilangnya" alat bukti berupa alat berat, Adriannus mengaku tidak tahu menahu. Sebab, fisik alat berat tersebut hingga kini belum diserahkan kepada kepolisian.

"Yang kami terima hanya kunci beko-nya saja. Sedangkan fisik alat beratnya belum kami terima. Kami juga sudah meminta BKSDA menyerahkan alat berat tersebut kepada penyidik kepolisian," kata Adriannus.[](rel)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.