17 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Erdogan: Pada 1913, Muslim Rohingya Pernah Bantu Ottoman

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 07 September 2017 16:40 WIB

Presiden Erdogan mengatakan Ottoman pernah dibantu oleh kaum muslimin dari Arakan (Rohingya). @Bronze Agile/yenisafak.com
Presiden Erdogan mengatakan Ottoman pernah dibantu oleh kaum muslimin dari Arakan (Rohingya). @Bronze Agile/yenisafak.com

PRESIDEN Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan, Turki tidak bisa tetap acuh tak acuh terhadap pembantaian muslim Rohingya di Arakan, Myanmar. Ia mengatakan, telah ditemukan sebuah arsip tentang data bantuan untuk umat Islam Ottoman oleh orang Rohingya di Arakan. 

Peneliti dan penerjemah dokumen tersebut, Arif Emre Day, menyebutkan, nama Myanmar di 'Burma' disebut oleh Kekaisaran Ottoman.

"Saya mendokumentasikan tentang bantuan periode tahun 1913. Ada mungkin lebih banyak dokumen tapi hanya ini yang saya dapat dengan usaha keras saya," katanya.

Dalam dokumen 9 Juni 1913 disebutkan, bahwa pada periode Menteri Luar Negeri Halim Pasha yang menandatangani surat itu, mengatakan sebagaimana ditulis di dokumen (manuskrip) lama (kuno) tersebut:

"Tahun 1913 Masehi, mungkin sejumlah besar anak-anak di Kekaisaran Ottoman adalah anak yatim dan janda akibat perang Balkan. Umat Islam Rohingya dari Arakan, Myanmar mengumpulkan uang di antara mereka, membantu umat Islam Ottoman."

Dokumen yang ditemukan dalam arsip Ottoman mengenai bantuan dari muslim Rohingya di Arakan Myanmar.

"Bantuan Mendesak Diperlukan"

Pada saat koloni Inggris di India, Arakan adalah sebuah negara di Burma, dalam dokumen dicatat bahwa mereka bertindak sebagai salah satu bangsa dari semua Muslim yang atas nama "Hilal-i Ahmer (Bulan Sabit Merah)" berbagi pengetahuan mereka di masyarakat, untaian kata itu sebagai berikut:

"Bahwa dipimpin oleh dua orang, Mullah Abdurrahman dan Abdurrahim, orang Rohingya di Arakan memberikan cek sebesar 220 Poundsterling kepada Konsulat Jenderal Ottoman di Yangon (Rangoon), untuk diserahkan ke Rekening Departemen Keuangan Ottoman di Istanbul. Kata Halim Pasha, 'bahwa uang itu dikumpulkan di sini dan aku akan menghabiskannya untuk anak yatim dan janda. Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk uang ini," katanya.

Presiden Erdogan menegaskan, selama Perang Balkan tahun 1912, muslim Arakan telah mengerahkan bantuannya sekali lagi untuk Turki.

"Arakanli (bangsa Rohingya di Arakan-Rakhine), adalah saudara-saudara kita yang menyatakan di sebuah surat kabar bahwa kepentingan Muslim India, sedang mengumpulkan bantuan dalam hal ini tentara kita yang selamat di tragedi Balkan. Banyak orang Turki terluka, dan tidak mereka biarkan orang muslim dalam kelaparan dan kematian. Anda lihat? Satu abad yang lalu, rasa lapar kita seperti mereka rasakan sendiri sehingga mereka membantu dengan cepat. Apakah hari ini kita akan membiarkan saudara Arakan kita meninggal dalam keadan berbeda? Betapa di hari-hari lalu, saat kita hidup dalam kemiskinan, mereka mengirim bantuan dengan berbagai cara. Hari ini, apakah kita akan seperti yang dilakukan seluruh dunia, apakah kita berpaling dari saudara-saudara kita ini?" kata Erdogan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Sebagaimana diketahui, tentara Myanmar terus menyerang negara bagian Arakan dengan alasan memerangi militan bersenjata sejak 25 Agustus 2017. Banyak Muslim Arakan kehilangan nyawa mereka. Lebih dari 60 serangan di kampung, ribuan rumah-rumah dibakar, puluhan ribu Muslim Arakan mencoba melarikan diri negerinya demi menyelamatkan hidup mereka.

Warga sipil mencoba untuk pergi ke Bangladesh dari Myanmar melalui darat dan laut. PBB melaporkan bahwa sejauh lebih dari 123 ribu Muslim Rohingya di Arakan sekarang berada di Bangladesh, akan tetapi juga ada puluhan ribu di wilayah perbatasan.

Pemerintah Myanmar tidak menyebutkan jumlah korban tewas kepada organisasi internasional. Organisasi masyarakat sipil Arakan melaporkan bahwa lebih dari seribu warga sipil kehilangan nyawa mereka, sementara yang lain berpendapat ribuan.[]Sumber:yenisafak.com

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.