10 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Falevi Kirani DPRA: Tutup Sementara Perbatasan Aceh!

...

  • Fakhrurrazi
  • 27 June 2020 22:00 WIB

M. Rizal Falevi Kirani. Foto: dok./istimewa
M. Rizal Falevi Kirani. Foto: dok./istimewa

BANDA ACEH - Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Rizal Falevi Kirani, menyebutkan meningkatnya kasus positif Covid-19 di Aceh karena Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota masih "setengah hati" dan belum serius dalam menerapkan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan WHO.

"Apabila pemerintah lengah dalam upaya mengatasi peningkatan kasus, saya khawatir kasus ini akan terus meningkat," kata Falevi Kirani di Banda Aceh, Sabtu, 27 Juni 2020.

Menurut Falevi, Pemerintah Aceh maupun Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 tampak tidak siap sepenuhnya dalam mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus dalam jumlah signifikan. 

Falevi mengaku sudah jauh-jauh hari mengingatkan Pemerintah Aceh agar memperketat wilayah perbatasan. Bila perlu tutup sementara jalur masuk Aceh untuk memutuskan mata rantai Covid-19. 

"Selama ini Aceh sangat aman dari Covid-19, tapi penularan mulai terjadi ketika orang dengan mudah keluar masuk Aceh melalui beberapa pintu masuk, terutama wilayah perbatasan," ungkap Falevi.

Politikus PNA ini menilai, jika pemerintah tidak mengambil kebijakan tegas, maka dikhawatirkan kasus Covid-19 akan terus meningkat. Kasus ini bisa saja akan seperti bola salju yang terus menggelinding. 

"Ini yang kita khawatirkan, sementara persiapan kita dalam upaya pencegahan dan antisipasi masih kurang. Jangan sampai kuburan massal akan benar-benar dibutuhkan nantinya," tegas mantan aktivis itu.

Oleh karena itu, Ketua Komisi V DPRA ini kembali mendesak Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, agar menutup sementara wilayah perbatasan. Kalaupun tak bisa ditutup sepenuhnya, minimal harus ada pemberlakuan syarat yang ketat.

Selain itu, Falevi meminta lokasi-lokasi transmisi lokal agar dilakukan isolasi dengan pengawasan ketat dari aparat dan petugas medis untuk menghindari penularan lebih lanjut.

"Pemerintah Aceh dan Gugus Tugas bek nye-nye kon dalam penanganan covid 19. Plt. harus segera menginstruksikan kepada dinas teknis untuk memperketat di perbatasan dan protokol kesehatan betul betul di jalankan. Bukan sekadar cek suhu badan. Kalau tidak dilakukan maka siap siap transmisi lokal akan terjadi di seluruh Aceh. Dan ini betul betul ancaman serius bagi masyarakat Aceh," tegasnya.

Dia menyebut semua penularan Covid-19 di Aceh adalah kasus impor dari luar daerah dan luar negeri. "Kalau mau selamat atau memutuskan mata rantai Covid-19, maka perketat perbatasan dengan betul betul menerapkan standar protokol kesehatan WHO," pungkas Falevi Kirani.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.