12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Forum PRB Aceh Ingatkan Bencana Non Alam dan Sosial Pascabanjir

...

  • portalsatu.com
  • 08 January 2018 12:45 WIB

BANDA ACEH - Banjir susulan yang merendam Aceh Utara hanya dalam waktu kurang dari dua bulan telah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat di wilayah tersebut, baik akibat rusak atau hancurnya harta benda, tempat tinggal maupun lahan usaha.

“Banjir di awal Januari 2018 ini memang sudah berangsur surut, namun bukan mustahil bencana serupa akan terulang. Hal lain yang harus diwaspadai pascabanjir adalah bencana non alam serta bencana sosial akibat terpuruknya ekonomi masyarakat karena lahan usaha pertanian (persawahan) mereka hancur,” kata Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh, Nasir Nurdin dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Senin, 8 Januari 2018 dinihari. 

Data yang dihimpun Forum PRB Aceh, lokasi rawan banjir di Aceh Utara meliputi Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Tanah Luas dan beberapa wilayah lainnya. Ini disebabkan ada beberapa daerah aliran sungai yang sering meluap di ketiga kecamatan itu seperti Krueng Keureuto, Krueng Inong, dan Krueng Pirak.

“Proyek bendungan raksasa yang sedang dibangun menjadi solusi jangka panjang untuk mengantisipasi banjir di Aceh Utara. Namun solusi jangka pendek dan menengah harus segera dipikirkan oleh pemerintah, seperti memberikan bantuan langsung kepada petani agar keterpurukan ekonomi akibat hancurnya lahan persawahan—termasuk tertimbun bengkalai banjir—harus secepatnya disalurkan,” kata Nasir Nurdin.

Menurut data sementara ratusan hektare sawah yang sudah ditanami padi terendam selama empat hari dan dipastikan padi akan mati di Kecamatan Pirak Timu.

“Ini kejadian kedua kalinya dalam waktu tak sampai dua bulan. Jadi harus ada perhatian secepatnya dari pemerintah terhadap warga/petani di sana,” kata Nasir.

Dampak lain pascabanjir Aceh Utara adalah bencana non alam dan bencana sosial seperti munculnya bibit penyakit/epidemi, serangan penyakit kulit dan kesulitan air bersih. Hampir seluruh sumur di zona bencana tercemar limbah yang dibawa banjir.

"Ini juga harus ada solusi cepat dari pemerintah dan parapihak dalam membantu penanggulangan bencana," kata Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.