16 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


[FOTO] Gunungan Sampah Menanti Sebagai Tanda Kita Telah Kembali

...

  • Jamaluddin
  • 28 June 2018 12:00 WIB

@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM

SAMPAH di pinggir jalan terkadang terlihat telah menjadi hal biasa, walaupun ada tempat-tempat yang telah disediakan namun, sampah-sampah itu terlihat masih juga banyak terlihat bertebaran, seperti yang dijumpai di Jln. Sukarno Hatta, tidak jauh dari kantor Wali Nanggroe, di Lamblang Manyang, Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu 27 Juni 2018 petang.

Ketika petang, warga sekitar berdatangan satu persatu dan ketika tiba di sana meletakkan sampah-sampah itu, dan terkadang ada juga yang melemparkannya begitu saja asal ada disekitar tempat penampungan yang telah disediakan.

Sampah-sampah tersebut sebagiannya terlihat ada yang telah dibakar, namun yang bersifat basah setelah membusuk mengeluarkan bau yang kental.

"Sampah-sampah itu di ambil oleh petugas kebersihan tiap pagi dan dibawa ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) Gampong Jawa," kata kata salah satu warga Geuceu.

Untuk memastikan, kemudian portalsatu.com menuju ke TPA Gampung Jawa. Tak jauh dari gerbangnya utama di tempat yang mirip sebuah taman mini, di satu prasasti tercatat tahun pembuatan tempat tersebut, sebagai Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja IPLT yang bertanda tangan Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin, dan pihak UNICEF Aceh dan Sumatra Utara, Edouar Beigbeder, diresmikan pada 26 november 2007.

Di pintu gerbang masuk ke TPA, petang itu seorang lelaki muda terlihat sedang memotong rumput di dekat gerbang masuk ke sana. Memang, rumput dan tanaman lainnya tumbuh subur dan berdaun hijau segar, sampah-sampah itu dengan sendirinya menjadi pupuk.

Kemudian ketika sampai di bukit sampah itu terlihat seorang lelaki lainnya sedang berada di sana dengan kesibukannya, di sisi lainnya beberapa excavator terlihat diam.

Bukit-bukit kecil dari sampah itu membentang bagai jalan di sirkuit balapan F1, sampah-sampah itu terlihat telah kering dan bewarna hitam.

Di puncak gunung sampah itu, angin laut dari barat menerpa begitu kencang, hingga ketika berdiri di antara jurong bukit sampah itu kita akan merasa nyaman namun, angin itu juga mengirim aroma yang berbau lumpur, serta potongan sampah kecil atau debu-debu dari sampah tersebut akan terasa dikulit bersama desiran angin.

Lelaki yang sedang memotong rumput itu mengatakan, kini sampah-sampah kini telah di buang ke TPA Blang bintang. Dan di TPA Gampong Jawa yang tinggal hanyalah sampah-sampah lama.

Berdasarkan data dari salah satu media di Aceh, ditemukan bahwa pada 22 November 2017 dalam rapat yang diadakan oleh sejumlah dinas, waktu itu mengatakan TPA Blang Bintang masih belum bisa dioperasikan secara mandiri karena Pemerintah butuh dana 15 Milyar untuk mewujudkan TPA tersebut bisa beroperasi secara mandiri.

Dalam acara yang diadakan November 2017 itu, Wakil Ketua II DPRA Irwan Djohan, memimpin acara. Maka dengan alasan tersebut kemudian setelah kembali dari TPA itu portalsatu.com mencoba menghubungi Irwan Djohan melalui telpon untuk menanyakan perkembangan tentang TPA Blang Bintang. Telpon berdering, namun tidak diangkat, akhirnya, percobaan menghubungi Wakil Ketua II DPRA tersebut pun batal.

Dan, ketika pagi Kamis, 28 Juni 2018 saat menanyakan kepada petugas dari dinas lingkungan hidup, yang tengah mengambil sampah di pinggir jalan seputaran Simpang Tujoh, mereka mengatakan, sampah itu akan di buang ke Gampong Jawa.

Sedangkan yang dibuang ke TPA Blang Bintang, kata dia, cuma sampah-sampah yang telah lama terurai di TPA yang diyakini dibangun di atas salah satu situs penting Kesultanan Aceh Darussalam tersebut.

Sampah di pusat kota di pinggir laut, seakan menjadi tanda bagi pelaut ketika berlabuh, sampai di daratan, gununggan sampah menanti sebagai tanda mereka telah kembali.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.