12 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


[Foto] Mahasiswa Menginap di DPRA

...

  • PORTALSATU
  • 26 September 2019 20:20 WIB

Foto: Yolanda
Foto: Yolanda
Foto: Yolanda

BANDA ACEH – Mahasiswa yang berunjuk rasa di DPR Aceh dikabarkan memutuskan menginap di gedung parlemen tersebut, Kamis, 26 September 2019, malam.

Informasi diterima dari mahasiswa, mereka diizinkan menginap di Gedung DPRA. Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan, juga menyediakan makanan dan kopi kepada para mahasiswa yang menginap di gedung dewan itu.

Mereka memilih bertahan di Gedung DPRA sesuai isi pernyataan sikap mahasiswa yang sudah setujui dan diteken pimpinan dan anggota DPRA, Kamis siang tadi. Dalam petisi itu disebutkan, “Kami mahasiswa Aceh meminta DPRA wajib mendatangkan anggota DPR RI asal Aceh yang menjabat periode 2014-2024 (dua periode) dalam kurun waktu 1x24 jam”.

Sebagaimana diketahui, ribuan mahasiswa bersama elemen sipil lainnya berunjuk rasa di DPR Aceh, Kamis, 26 September 2019. Aksi massa itu untuk mendesak DPRA menolak revisi UU tentang KPK, RKUHP, serta menuntut pemerintah pusat agar mengadili pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Selain mahasiswa dan aktivis LSM, dalam aksi tersebut juga tampak anggota FPI Aceh. Dalam aksi itu, empat mahasiswa berlumur lumpur untuk menggambarkan penderitaan rakyat selama ini. Aksi teatrikal itu ditampilkan di hadapan para anggota DPRA.

Mahasiswa kemudian membacakan pernyataan sikap dan meminta pimpinan serta anggota DPRA menandatangani petisi itu.

Pernyataan sikap beriisi empat poin berbunyi: “Kami mahasiswa Aceh meminta kepada DPRA untuk menolak: 1. Revisi UU KPK. Kami menolak lembaga KPK menjadi lembaga eksekutif dikarenakan akan hilangnya independensi dan semangat reformasi. Kami menolak diaturnya Dewan Pengawas. 2. RKUHP. Kami menolak diaturnya pasal karet 218 terkait kritik presiden dan wakil presiden. 3. Karhutla . Kami meminta pemerintah pusat mengadili pelaku pembakaran hutan dan lahan. 4.RUU Pemasyarakatan. Kami menolak pasal 10 ayat (1) tentang aturan cuti untuk narapidana.

Oleh karena itu kami mahasiswa Aceh meminta DPRA wajib mendatangkan anggota DPR RI asal Aceh yang menjabat periode 2014-2024 (dua periode) dalam kurun waktu 1x24 jam. Jika tidak dipenuhi poin di atas kami akan datang dengan massa yang lebih banyak saat pelantikan anggota DPRA periode 2019-2024”.

Pernyataan sikap tersebut kemudian diteken Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan, dan sejumlah anggota DPRA, antara lain Abdurrahman Ahmad, HT. Ibrahim, Dahlan Jamaluddin, dan Martini.

Selanjutnya, massa meminta diizinkan masuk ke dalam Gedung Utama DPRA. Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan bersama sejumlah anggota DPRA dan Kapolresta Banda Aceh tampak duduk di lantai beralaskan karpet merah dalam ruangan rapat paripurna untuk mendengarkan orasi mahasiswa.

Selain di ruangan sidang paripurna, mahasiswa juga menyesaki tribun dalam Gedung Utama DPRA itu.[]

Laporan Yolanda

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.