21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


[FOTO] Masjid Baiturrahim Ulee Lheue

...

  • PORTALSATU
  • 03 June 2018 17:00 WIB

@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM

MASJID Baiturrahim, Ulee Lheue, Banda Aceh, dibangun pada sekitar abad ke- 17 di masa kesultanan Aceh Darussalam. Ketika Belanda menyerang Aceh pada tahun 1873 mesjid itu juga sempat dibakar oleh Belanda.

Kemudian puluhan tahun setelah penyerangan itu, Belanda melakukan pemugaran untuk meredam amarah rakyat Aceh, dan ketika selesai maka terlihatlah berbantuk seperti bangunan Eropa atau mirip seperti bangunan-bangunan Belanda yang ada di Banda Aceh, dan Sabang pada umumnya.

Dalam lintasan sejarah, masjid itu juga sewaktu Tsunami 26 Desember 2004,  pernah menjadi saksi tentang dahsyatnya gelombang Tsunami, namun ia sendiri saat itu masih berdiri kokoh dan hanya mengalami kerusakan kecil saja.

Dan, Ramadhan ini tepatnya pada Jumat, 16 Ramadhan 1439 H/1 Juni 2018 sekilas di bawah masjid yang bersejarah itu, berdiri di atas mimbar. 

Dari cerobong-cerobong di puncak menara menggema suara sang khatib yang sedang bercerita tentang Imam Ghazali.

Berikut kutipan dari ringkasan nasehat tentang 'pertanyaan Imam Ghazali kepada muridnya' di khutbah Jumat yang disampaikan oleh Drs. Ust. Edi Rizal pada Jumat 16 Ramadhan 1439 H/1 Juni 2018, di Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue Banda Aceh.

Iman Al-Ghazali adalah tokoh besar dalam sejarah Islam, beliau adalah  pengarang kitab Ihya’Ulumudin. Pada suatu hari beliau mengajukan enam pertanyaan pada saat berkumpul dengan murid-muridnya.

'Pertanyaan yang pertama yang ditanyakan oleh Imam Ghazali adalah: Apa yang paling dekat dengan kita di dunia?

Murid menjawab: Yang paling dekat adalah, orang tua, guru, teman, dan kerabat.

Imam Ghazali menjawab: Itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah Mati.

Pertanyaan yang ke dua: Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?

Murid Imam Ghazali menjawab: Yang paling jauh wahai Syeikh, adalah Matahari, Bulan, bintang!.

Imam Ghazali menjawab : Yang paling jauh adalah masa lalu, karena masalalu tidak mungkin akan terulang kedua kali, yang umur telah enam puluh tidak mungkin lagi menjadi umur tiga puluh, masalalu tidak akan terulang kembali.

“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari)

Pertanyaan yang ke tiga: Apa yang paling besar di dunia ini?
Murid pun menjawab: Yang paling besar adalah Gunung, bumi.
Imam Ghazali menjawab: Bahwa yang besar itu adalah nafsu.

Kenapa orang terjerumus ke dalam maksiat, tentu karena nafsu. Nafsu itu akan bisa dibatasi dengan iman dan ilmu, iman dan ilmu tak dapat dipisahkan, karena dengan ada ilmu, iman semakin sempurna. Hari ini betapa banyak orang yang melakukan maksiat karena kualitas iman yang menipis.

Pertanyaan yang keempat: Apakah yang paling berat di dunia ini?
Murid menjawab: Yang paling berat adalah batu, besi, baja dan gajah.
Imam ghazali menjawab: Itu benar tapi ketahui oleh kamu bahwa yang paling berat di dunia ini adalah memegang amanah.

Hari ini kita semua memiliki amanah, amanah kita dengan Allah, amanah kita dengan manusia, dan amanah kita dengan keluarga, sudahkah amanah itu kita laksanakan sesuai dengan yang diharapkan, kita akan dituntut terhadap apa yang di tugaskan pada kita.

Pertanyaan yang ke lima: Apa yang paling ringan saat ini di dunia

Murid menjawab: Yang paling ringan adalah kapas, dan debu.

Imam ghazali menjawab: Itu benar, namun yang paling ringan adalah meninggalkan shalat.

Pertanyaan yang ke enam: Apa yang paling tajam di dunia?

Murid menjawab : Yang paling tajam adalah pedang.

Imam Ghazali menjawab: “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah lidah manusia, karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri'.[]

Penulis/Foto: Jamaluddin

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.