25 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


[Foto] Warga Bangun Rumah Untuk Kaum Duafa yang Lumpuh

...

  • PORTALSATU
  • 01 March 2018 19:00 WIB

Kondisi gubuk Jafar Syam sebelum dibongkar. @Istimewa
Kondisi gubuk Jafar Syam sebelum dibongkar. @Istimewa
Pihak Lazis Lhokseumawe turut menyumbangkan dana untuk kebutuhan pembangunan rumah Jafar Syam. @Istimewa
Herman Ibrahim saat melakukan verifikasi kondisi Jafar Syam. @Istimewa
Jalaluddin saat proses pembangunan rumah untuk Jafar Syam. @Istimewa
Ustaz Ikhwansyah, Jalaluddin dan Herman Ibrahim dan kawan-kawan saat pembangunan rumah untuk Jafar Syam hampir rampung. @Irman/portalsatu.com
Jalaluddin dan Herman Ibrahim menunjukkan sumur yang digali di belakang rumah Jafar Syam. @Irman/portalsatu.com
Rumah untuk Jafar Syam selesai dibangun. Jalaluddin dan Herman Ibrahim bersama Jafar Syam foto bersama. @Istimewa

LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga dikoordinir dai kondang di Lhokseumawe, Ustaz Ikhwansyah, M.A., kembali membangun rumah untuk kaum duafa. Kali ini, rumah sehat sederhana dibangun untuk Jafar Syam, 58 tahun, warga duafa yang lumpuh di Dusun Kuala Mamplam, Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Rumah itu selesai dibangun, Rabu, 28 Februari 2018.

Informasi diperoleh portalsatu.com, mulanya Ustaz Ikhwansyah bersama Jalaluddin dan Herman Ibrahim, tokoh pemuda Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, mendapat informasi tentang kondisi Jafar Syam yang memprihatinkan.

“Kami langsung melakukan verifikasi sampai tiga kali, siang dan malam. Ternyata, kondisi Jafar Syam memang sangat memprihatinkan. Beliau dan keluarganya tinggal dalam gubuk yang tidak layak huni. Selain itu, Jafar Syam mengalami stroke, sehingga lumpuh, dan kedua matanya tidak bisa melihat lagi,” kata Jalaluddin didampingi Herman Ibrahim.

Jafar Syam tinggal dalam gubuk tidak layak huni bersama istrinya, Ainul Mardiah, 40 tahun. “Beliau memiliki tiga anak. Anak pertama, perempuan berusia 18 tahun, anak kedua laki-laki 16 tahun, dan anak ketiga masih delapan tahun. Selama ini, anak laki-laki yang masih remaja menjadi tulang punggung keluarganya, tiap hari dia melaut, sehingga tidak sekolah lagi,” ujar Herman.

“Saat kami melakukan verifikasi, Ustaz Ikhwansyah menangis karena sedih melihat kondisi Jafar Syam yang terbaring lemah dan hanya bisa meratap di tempat tidur. Bahkan, Ustaz Ikhwansyah menangis sampai tiga kali, termasuk saat beliau datang bersama istrinya membawa bed cover untuk tempat tidur Jafar Syam,” kata Herman diamini Jalaluddin.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi Jafar Syam, Ustaz Ikhwansyah, Jalaluddin dan Herman kemudian menggalang dana dari rekan-rekan mereka untuk kebutuhan membangun rumah kaum duafa itu. “Setelah dana terkumpul, kita langsung bekerja membangun rumah untuk Jafar Syam sejak Selasa dan selesai Rabu atau kemarin sore. Jadi, sejak tadi malam, Jafar Syam dan keluarganya sudah menempati rumah baru yang layak huni berukuran 6x6 meter,” ujar Jalaluddin.

Herman menambahkan, pihaknya juga membuat sebuah sumur di belakang rumah Jafar Syam. “Alhamdulillah, sumur yang kita gali itu airnya cukup bagus, jernih. Sedangkan sumur-sumur milik warga lainnya di sekitar lokasi itu, airnya berwarna kuning atau keruh dan bau,” katanya.

“Sumur yang kita gali ini airnya bisa digunakan untuk berwuduk, mandi, mencuci pakaian, dan kebutuhan untuk minum setelah dimasak. Jadi, menurut saya, besar sekali pahala bagi rekan-rekan kami atau semua pihak yang sudah menyumbangkan dana secara ikhlas untuk membangun rumah Jafar Syam, termasuk kebutuhan menggali sumur di belakang rumah kaum duafa ini,” ujar Herman.

Menurut Herman, sumur di belakang rumah Jafar Syam yang airnya bersih, juga bisa digunakan oleh tetangga kaum duafa itu.[](idg)

Baca juga: Membangun Rumah Kaum Duafa Melalui Meuseuraya

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.