25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


FPI Aceh: Pencabul Anak di Bawah Umur Harus Dirajam

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 13 September 2017 19:00 WIB

Tgk. Muslim At-Thahiri. @beritalima
Tgk. Muslim At-Thahiri. @beritalima

LHOKSEUMAWE - Front Pembela Islam (FPI) Aceh mengecam dugaan tindak asusila yang dilakukan TM, 50 tahun,  oknum pendidik agama terhadap seorang anak perempuan di bawah umur di Aceh Utara, beberapa waktu lalu. Penegak hukum didesak mengusut tuntas perkara tidak terpuji tersebut, bila perlu pelaku dirajam sesuai Qanun Jinayah.

“Atas nama FPI, kami mendukung upaya aparat hukum mengusut tuntas kasus asusila itu. Kami berharap tersangka segera ditangkap, bila perlu dikenakan Qanun Jinayah dan dihukum rajam,” jelas Tgk. Muslim At-Thahiri, Ketua FPI Aceh kepada portalsatu.com, Rabu 13 September 2017.

Pemimpin Dayah Darul Mujahidin Blang Weu Lhokseumawe tersebut menilai, perbuatan TM telah mencoreng dunia pendidikan di Aceh. Namun, ia meminta masyarakat terutama umat Islam, tidak mengaitkan TM dengan dunia pendidikan dayah, karena perilakunya bukan perilaku pendidik di dayah.

Tgk. Muslim juga meminta masyarakat tidak menyamaratakan semua pendidik di dayah maupun balai pengajian memiliki perilaku sama apalagi menyamakan yang bersangkutan dengan ulama.

“Perilaku TM tidak ada hubungannya dengan dayah, jadi jangan kaitkan kasus itu dengan dayah. Jangan sampai orang tua tidak mau lagi memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan Islam, karena masih banyak tenaga teungku, ulama yang shaleh dan bersih dari perbuatan tercela,” ujar Tgk. Muslim.

FPI Aceh berharap, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi pemimpin lembaga pendidikan agama, agar berhati-hati dalam mendidik anak perempuan.

“Bila mampu, Islam memperbolehkan kita memiliki pasangan lebih dari satu. Jadi hindarilah hal-hal yang bisa menjerumuskan kita dalam perbuatan nista yang jelas-jelas diharamkan agama,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, TM dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada 6 September 2017 karena diduga mengintimi anak di bawah umur.

Polisi menjelaskan, sehari sebelum kasus itu dilaporkan, TM menghubungi ibu korban dengan tujuan meminta menikahi korban. Saat ibu korban menolak permintaan itu, terlapor kemudian mengirim SMS ke ibu korban. Isinya, korban tidak bisa dinikahkan dengan orang lain karena sudah digauli oleh yang bersangkutan.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.