26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Sempat Dikira Korban Kejahatan
Gadis Alue Gunto Ditemukan Pingsan di Simpang Dama

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 09 June 2019 23:00 WIB

Ilustrasi pingsan. Foto istimewa/net
Ilustrasi pingsan. Foto istimewa/net

LHOKSUKON - Warga Gampong Ulee Tanoh, Simpang Dama, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, dihebohkan dengan penemuan seorang gadis yang pingsan di pinggir jalan gampong setempat, Minggu, 9 Juni 2019, dini hari. Setelah sempat beredar kabar di media sosial Facebook, bahwa gadis itu korban tindak kejahatan, ternyata yang bersangkutan pingsan setelah kelelahan berjalan dari rumahnya.

Hana sapu-sapu, memang meunan jih. Wate meupikiran, teumamong. (Tidak ada apa-apa, memang seperti itu dia. Saat banyak pikiran, kerasukan). Namanya Nurliza, 21 tahun, warga Gampong Alue Guntoe, Kecamatan Syamtalira Aron,” ujar Zakaria alias Jaka, salah satu kerabat gadis itu kepada portalsatu.com via telepon seluler, Minggu siang.

Menurut Jaka, Sabtu, 8 Juni 2019, sekitar pukul 22.00 WIB, Nurliza sudah tidur lelap bersama seorang teman di rumahnya. Namun tiba-tiba gadis itu keluar tanpa sepengetahuan temannya. “Kami dikabari orang kampung Simpang Dama. Katanya, Nurliza pingsan di pinggir jalan dan sudah dibawa ke Puskesmas Lhoksukon. Lalu kami pergi menjemputnya. Jarak rumah dengan lokasi pingsan sekitar 700 meter,” tutur Jaka.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Tanah Pasir Iptu Mulyadi saat dihubungi terpisah mengatakan, menurut keluarganya, Nurliza keluar dari rumahnya dan berjalan kaki ke Simpang Dama, hingga akhirnya pingsan karena diduga kelelahan.

“Semalam korban dibawa ke Puskesmas Lhoksukon, tapi sudah dijemput pulang oleh keluarganya. Korban ditemukan pingsan di Ulee Tanoh, tepatnya di depan SD Negeri 3 Tanah Pasir. Saat ditemukan, korban memakai baju tidur dan kain batik panjang,” ungkap kapolsek.

Kapolsek menambahkan, korban ditemukan tanpa identitas, sehingga dibawa ke Puskesmas. “Belakangan ada yang mengenali korban, lalu mengabari keluarganya. Menurut keterangan pihak keluarganya, korban tinggal sendiri di rumahnya karena orangtua dan adiknya merantau ke Malaysia. Keluarganya juga bilang, korban sering mengalami kerasukan,” pungkas Iptu Mulyadi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.