19 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia

...

  • portalsatu.com
  • 15 May 2019 12:30 WIB

Ka. Subbid Hubungan Antar-Lembaga dan Masyarakat BPPA, T. Syafrizal saat ikut membantu mengangkat peti jenazah Zhafran Kamil di RSCM Cipto, Rabu, (15/5/2019). Foto BPPA
Ka. Subbid Hubungan Antar-Lembaga dan Masyarakat BPPA, T. Syafrizal saat ikut membantu mengangkat peti jenazah Zhafran Kamil di RSCM Cipto, Rabu, (15/5/2019). Foto BPPA

JAKARTA -- Innalillahi Wa Inna lillahi rajiun. Bayi bocor jantung berusia tiga bulan asal Ladong, Krueng Raya, Aceh Besar, Zhafran Kamil, meninggal dunia di RSCM Cipto, Jakarta, Rabu, (15/5/2019), sekira pukul 01.10 WIB dinihari.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal SSTP MSi., melalui Ka. Subbid Hubungan Antar-Lembaga dan Masyarakat BPPA, T. Syafrizal mengatakan, penyebab meninggalnya Zhafran dikarenakan gagal operasi. 

"Sebelumnya, Zafran sempat menjalani perawatan selama satu bulan di rumah sakit tersebut," ujarnya.

Zhafran adalah pasien rujukan dari RSUD Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

T. Syafrizal menjelaskan, biaya pemulangan jenazah beserta seorang pendamping ditanggung oleh Pemerintah Aceh. "Satu tiket untuk pendamping lainnya dibantu oleh calon anggota DPD RI, H  Sudirman atau Haji Uma," ujarnya.

Dari Bandara Soekarno Hatta, jenazah Zhafran nantinya akan dibawa pulang ke kampung halamannya ke Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar siang ini, Rabu, (15/5/2019) pukul 12.00 WIB menggunakan pesawat garuda.

Diperkirakan jenazah tiba di Banda Aceh pada pukul 14.55 WIB. Setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, jenazah Zhafran langsung dibawa menggunakan ambulans yang dibantu Dinas Sosial Aceh atas koordinasi BPPA untuk dibawa ke kampung halaman.

"Kita sudah koordinasikan dengan Kepala Dinas Sosial Aceh untuk menyiapkan keperluan pengantaran jenazah bayi tersebut ke kampung halaman," ujar T. Syafrizal.

Sementara, calon anggota DPD RI, Sudirman mengatakan info terkait meninggalnya Zhafran didapatkannya dari, Memeng, stafnya Haji Uma.

"Sebelumnya, saya sempat datang dan memberikan bantuan pendamping kepada bayi tersebut. Namun, yang mengejutkan kemudian adalah tiba-tiba Zhafran sudah meninggal dunia," ujarnya.

Haji Uma menjelaskan, dengan adanya kabar tersebut, ia kemudian berkoordinasi dengan BPPA soal pemulangan jenazah dan dua orang pendamping yang membutuhkan biaya besar.

"Jadi malam itu juga (jam 2 dinihari) saya mendatangi Kantor BPPA dan mencari solusi bersama staf BPPA. Dan Alhamdulillah, seperti gayung bersambut, pihak penghubung Pemerintah Aceh siap memfasilitasi dan membantu pemulangan jenazah Zhafran," ujarnya.

Untuk itu, Haji Uma mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan BPPA. Menurutnya, koneksi ini adalah kerja sama yang baik dan semoga ke depan melahirkan sinergi lainnya untuk Aceh lebih baik.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.