21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gajah Masih Berkeliaran di Empat Gampong Ini

...

  • ANTARA
  • 27 February 2019 12:00 WIB

Kawanan gajah sumatra liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (10/2/2019). (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Kawanan gajah sumatra liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (10/2/2019). (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

SIGLI - Kawanan gajah liar hingga kini masih berkeliaran di empat gampong di Kabupaten Pidie. Bahkan, gajah sempat mengamuk akibat habitatnya di hutan telah rusak karena alih fungsi lahan dilakukan masyarakat, sehingga pemukiman penduduk menjadi sasaran dalam mencari makanan di gampong itu.

"Di empat gampong, yakni Pulo Lhoih dan Keune di (Kecamatan) Geumpang, serta Alue Calong dan Lhok Keutapang di Tangse," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, 26 Februari 2019.

Dadek menyebutkan, konflik gajah liar dan manusia ini telah terjadi pekan lalu dengan kondisi lahan perkebunan dan persawahan warga setempat menjadi sasaran amukan hewan memiliki belalai panjang tersebut.

Pemerintah setempat telah memberikan bantuan berupa petasan kepada kelompok masyarakat di empat gampong tersebut guna menghalau gajah liar demi menjaga lahan pertanian, terutama di malam hari.

Dadek memastikan, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Pidie telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk melakukan penanganan, termasuk mengusir hewan bertubuh tambun yang memiliki daya ingat kuat ini kembali ke dalam hutan.

"Akibat konflik ini, belum menimbulkan korban jiwa baik anak-anak maupun dewasa. Walau kawanan gajah ini, masih berkeliaran di dekat lahan-lahan pertanian milik penduduk," ujar Dadek.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Lhokseumawe, Dedi Irvansyah, mengatakan, populasi gajah Sumatera liar, baik di wilayah Utara, Timur maupun Barat-Selatan di Aceh diperkirakan cuma tinggal sekitar 800 ekor.

"Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dari 2018. "Hal itu dikarenakan terlihat anak gajah di dalam kelompoknya masing-masing," katanya.

Dia mengemukakan, satwa yang dilindungi dengan nama latin Elephas maximus sumatranus di provinsi paling Barat di Indonesia ini tersebar di beberapa daerah, akibat memiliki habitat yang selalu dilintasi setiap tahun dalam mencari makanan.

Dia merujuk Aceh Timur dan Tamiang sendiri terdapat sekitar empat sampai lima kelompok kawanan gajah, sedangkan Aceh Utara ada tiga kelompok, dan Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen diperkirakan sekitar empat kelompok.

Sedangkan, Pidie Jaya dan Pidie terdapat dua kelompok. "Yang terpantau kita di beberapa wilayah tersebut, ada beberapa kelompok gajah. Dalam satu kelompok kawanan gajah ini berjumlah mulai dari 15 hingga 20 ekor lebih," katanya.

Reporter: Muhammad Said.[]Sumberantaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.