22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gelar Aksi, Apsara Aceh Minta KPU Bekerja Profesional dalam Rekapitulasi Suara

...

  • Fazil
  • 25 April 2019 16:40 WIB

Massa Apsara di depan Kantor KIP Lhokseumawe. Foto Fazil
Massa Apsara di depan Kantor KIP Lhokseumawe. Foto Fazil

LHOKSEUMAWE - Massa tergabung dalam Aliansi Penyelamat Suara Rakyat (APSARA) Aceh menggelar aksi damai di depan Kantor KIP Lhokseumawe, Kamis, 25 April 2019. Mereka meminta KPU tidak berlaku curang dalam proses rekapitulasi penghitungan suara.

Sebelumnya massa juga sempat berorasi di depan Masjid Islamic Center Lhokseumawe. Setelah menyampaikan orasi, massa bergerak ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe untuk berorasi menuntut penyelenggara pemilu bekerja prefesional dalam proses penghitungan suara. Massa disambut dua komisioner KIP, Mulyadi dan T. Marbawi.

Koordinator aksi, Khairul Rizal, mengatakan, pihaknya mencermati kondisi politik secara nasional bahwa pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui bahwa banyak kesalahan dalam meng-input data hasil Pemilu 2019. Pihaknya menganggap hal itu sebuah kecurangan luar biasa, sehingga bergerak dan meminta KPU serta Bawaslu agar menjaga suara rakyat, jangan sampai dicurangi.

"Jadi, ini merupakan keinginan rakyat dalam memilih pemimpin, jangan sampai dicurangi oleh pihak yang berkuasa. Tolong dijaga suara rakyat dan jangan dipermainkan, karena perjuangan rakyat itu sudah luar biasa selama setahun lalu melakukan kegiatan politik ini untuk menggantikan sosok pemimpin di Indonesia yaitu Presiden RI," kata Khairul Rizal kepada wartawan di sela aksi damai tersebut.

Menurut Khairul, secara rasional rakyat melihat bahwa kemenangan pasangan Prabowo-Sandi sudah terbukti baik di Aceh maupun daerah lainnya. Untuk itu, semua elemen masyarakat agar benar-benar menjaga hasil pemilu ini.

"Untuk KIP kabupaten/kota di Aceh, kita memberikan dorongan atau motivasi agar mereka juga bisa bekerja tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Artinya, kita selaku rakyat selalu ada di belakang KIP untuk bekerja secara jujur," ujat Khairul.

Penasihat APSARA, Tgk. Muslim At Thahiri, menyebutkan, apabila secara terus menerus terjadi kecurangan maka pihaknya akan melawan untuk mendapatkan keadilan. Aksi yang dilakukan ini, katanya, karena banyak terjadi kecurangan yang diduga dilakukan oleh KPU dengan alasan salah input data untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

"Apabila kecurangan serupa terus saja terjadi, kami akan terus melawan dan siap mengambil risiko apapun. Proses rekapitulasi penghitungan suara ini kita kawal sampai tuntas," ujar Tgk. Muslim.

Oleh sebab itu, Tgk. Muslim menuntut pihak KPU bekerja netral dan jangan melakukan kecurangan. Selain itu pihaknya juga minta KPU agar teliti dalam melakulan rekapitulasi suara yang dimasukkan ke Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU RI.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.